”Kami juga menuntut pemerintah untuk menghentikan stigma terhadap Merri sebagai kurir narkoba dan mencegah revictimisasi kepadanya dan keluarga. Karena seperti kita ketahui, Merri dituduh sebagai anggota sindikat narkoba internasional, padahal sebenarnya kan dia ini hanya korban trafficking yang dijebak dan ditipu,” protesnya.

Meskipun kabar yang beredar 16 terpidana akan dieksekusi pada minggu ini, Nur dan kawan-kawannya tetap optimistis dengan upaya yang mereka lakukan. Menurutnya, gerakan serupa telah dilakukan di seluruh penjuru Indonesia, termasuk dorongan melalui media massa kepada pemerintah untuk mengabulkan grasi.

Dalam aksinya ini, mereka menampilkan teatrikal yang menyindir pemerintahan Jokowi sebagai rezim jagal. Seorang perempuan dengan leher terikat tali sedang berada di bawah tekanan algojo yang didampingi hakim, jaksa dan polisi. ”Kami juga melakukan tabur bunga sebagai bentuk keprihatinan kami atas Merri Utami, yang sejatinya merupakan korban yang dikorbankan lagi,” imbuhnya.

Merri Utami diduga salah satu terpidana mati yang akan dieksekusi mati oleh regu tembak di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Ia merupakan mantan buruh migran asal Sukoharjo yang tertangkap di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang karena kedapatan membawa 1 kg heroin di dalam tas kulit pada 2001 silam. Merri dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang sesuai dengan tuntutan jaksa pada 2002. (mg4/ric/ce1)