TEATRIKAL: Para pendemo dari Gerakan Masyarakat Sipil Menolak Hukuman Mati (GRASI) menggelar aksi teatrikal mengkritik pemerintah yang memberlakukan hukuman mati saat demo di Jalan Pahlawan, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TEATRIKAL: Para pendemo dari Gerakan Masyarakat Sipil Menolak Hukuman Mati (GRASI) menggelar aksi teatrikal mengkritik pemerintah yang memberlakukan hukuman mati saat demo di Jalan Pahlawan, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TEATRIKAL: Para pendemo dari Gerakan Masyarakat Sipil Menolak Hukuman Mati (GRASI) menggelar aksi teatrikal mengkritik pemerintah yang memberlakukan hukuman mati saat demo di Jalan Pahlawan, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
TEATRIKAL: Para pendemo dari Gerakan Masyarakat Sipil Menolak Hukuman Mati (GRASI) menggelar aksi teatrikal mengkritik pemerintah yang memberlakukan hukuman mati saat demo di Jalan Pahlawan, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sejumlah pendemo yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Sipil Menolak Hukuman Mati (GRASI) menggelar aksi di bundaran air mancur, Jalan Pahlawan, Kamis (28/7). Mereka menuntut pemerintahan Presiden Jokowi menunda pelaksanaan hukuman mati bagi Merri Utami.

Koordinator aksi, Nur Laila juga meminta pemerintah mengabulkan grasi yang diajukan Merri.

”Pada dasarnya kami mendukung upaya pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya, namun kami menolak hukuman mati,” katanya.

Melalui aksinya, mereka juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistem peradilan yang ada. Dia menilai sistem peradilan saat ini masih jauh dari kata adil. Sebab masih ada cara-cara kekerasan dan penyiksaan untuk mendapatkan keterangan dan pengakuan, seperti yang dialami oleh Merri.