Produksi Kopi Turun Drastis

298

Namun demikian, meski terjadi penurunan, jumlah yang ada masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi lokal Jawa Tengah yang mencapai 10 – 15 ton per hari. Kebutuhan tersebut diambil dari stok panen sebelumnya.

“Kebutuhan kopi Jawa Tengah tidak terlalu banyak, karena pabrikan di wilayah ini hanya ada 2 saja. Berbeda dengan pasokan untuk nasional dengan pusat industri kopi yang kebanyakan di Jawa Timur dan Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, selama enam bulan terakhir ini, ia menilai cuaca cukup baik untuk tanaman kopi. Musim kemarau dengan sedikit hujan sebagai akibat dari adanya La nina memberikan dampak yang baik bagi kopi.

“Kalau tidak ekstrim, La nina pengaruhnya baik, karena tumbuhan kopi perlu hujan dan juga panas yang cukup. Tapi bila September dan Oktober terjadi hujan ektrem, maka dikhawatirkan panen akan menurun,” ujarnya. (dna/ida)