Produksi Kopi Turun Drastis

338
DIPENGARUHI CUACA : Jawa Tengah yang biasanya menghasilkan kopi 3.000-3.200 ton, kini menurun drastis akibat kemarau panjang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPENGARUHI CUACA : Jawa Tengah yang biasanya menghasilkan kopi 3.000-3.200 ton, kini menurun drastis akibat kemarau panjang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPENGARUHI CUACA : Jawa Tengah yang biasanya menghasilkan kopi 3.000-3.200 ton, kini menurun drastis akibat kemarau panjang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPENGARUHI CUACA : Jawa Tengah yang biasanya menghasilkan kopi 3.000-3.200 ton, kini menurun drastis akibat kemarau panjang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Produksi kopi Jawa Tengah pada semester pertama tahun ini turun separuh lebih, dibanding semester yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini sebagai dampak dari kemarau panjang dan elnino yang terjadi tahun lalu.

“Tahun-tahun sebelumnya, produksi kopi pada semester pertama mencapai antara 3.000 – 3200 ton. Tahun ini hanya mencapai 1.420 ton,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah, Moelyono Soesilo, kemarin.

Penurunan tersebut disebabkan kemarau berkepanjangan pada tahun 2015 lalu. Sehingga bunga kopi yang biasanya mulai berkembang pada bulan September menjadi mundur pada November. Padahal di bulan November musim penghujan sudah tiba. “Jadinya bunga kopi banyak yang rontok,”ujarnya.

Penyebab kedua adalah adanya elnino yang menyebabkan sebagian daerah penghasil kopi yang berada di dataran rendah mengalami gagal panen. Ketiga, stok dalam negeri yang biasanya cukup banyak selama pergantian musim panen, tahun ini sangat tipis.