Hanya Punya Tiga Bek

333
RISKAN: Fajar Bagus Bintoro, salah satu bek yang dimiliki PSIS. Selain Fajar, PSIS hanya punya dua bek lain. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RISKAN: Fajar Bagus Bintoro, salah satu bek yang dimiliki PSIS. Selain Fajar, PSIS hanya punya dua bek lain. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RISKAN: Fajar Bagus Bintoro, salah satu bek yang dimiliki PSIS. Selain Fajar, PSIS hanya punya dua bek lain. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RISKAN: Fajar Bagus Bintoro, salah satu bek yang dimiliki PSIS. Selain Fajar, PSIS hanya punya dua bek lain. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Hengkangnya bek kiri Topas Pamungkas membuat tim PSIS Semarang saat ini hanya memiliki tiga pemain bek sayap yaitu Safrudin Tahar, Fajar Bagus Bintoro dan juga pemain muda Andreanto. Kondisi tersebut diakui Manajer tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto cukup riskan bagi tim Mahesa Jenar melakoni sisa enam laga babak penyisihan Grup 4 Indonesian Soccer Championship (ISC) B saat ini.

“Harus diakui memang cukup riskan karena di posisi tersebut pemain sangat rawan terkena hukuman akumulasi dan juga cedera. Jadi kemungkinan kami akan menambah pemain bek sayap di jendela transfer kali ini,” kata Liluk.

Hanya saja pihaknya mengaku untuk saat ini cukup susah mencari pemain tambahan yang memiliki kualitas minimal setara dengan pemain yang ada hingga batas waktu terakhir pendaftaran pemain jendela transfer kedua pada 7 Agustus 2016 mendatang. “Karena kalau pemain bagus pastinya saat ini sudah direkrut oleh tim-tim lain, ya prinsipnya kami tetap berburu pemain di pos tersebut namun jika memang tidak ada yang kualitasnya setara atau melebihi pemain yangada ya tidak akan kami paksakan,” sambung Liluk.

Sementara terpisah, head coach Mahesa Jenar, Eko Riyadi mengatakan saat ini PSIS masih terus mempersiapkandiri menghadapi laga away versus PSIM Jogjakarta yang akan digelar Sabtu (24/7) mendatang.

Dari laga terakhir menjamu Persipur kemarin, Eko Riyadi masih mempunyai beberapa catatan sebagai bahan evaluasi untuk anak asuhnya. Eks pembesut Persitema Temanggung itu menyoroti sejumlah peluang yang terbuang saat meladeni Laskar Petir. “Level permainan tim terus mengalami peningkatan. Tapi, dipertandingan melawan Persipur kemarin, kami masih terlalu sering membuang peluang. Setidaknya ada tujuh kans yang gagal dikonversi menjadi gol. Ini yang akan dibenahi sebelum melawan PSIM,” kata Eko.

Sejauh ini, PSIS menjadi tim paling produktif di Grup 4. Total sudah 11 gol dihasilkan dari enam pertandingan yang dilakoni Johan Yoga cs. Gawang PSIS juga baru dua kali dibobol lawan. Namun, jelang laga away ketiganya, Eko bakal meramu strategi berbeda .“Tentunya ada pendekatan berbeda saat tim melakukan laga tandang. Soal cuaca tidak ada masalah. Mulai besok, kami akan fokus untuk pemantapan taktik dan strategi,” ujarnya. (bas/smu)