SEMARANG–Peningkatan dana masuk ke dalam negeri lantaran adanya pengampunan pajak, bisa menjadi salah satu keuntungan. Khusus untuk Jawa Tengah, tambahan dana masuk ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian dan industri.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir mengatakan, dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, Pemerintah menargetkan dana yang masuk ke Indonesia bisa mencapai Rp1.000 triliun.

“Kalau pesimistis, paling tidak setengahnya bisa masuk. Kalaupun hanya setengahnya dari target tersebut, nilai tukar rupiah akan tetap mengalami penguatan,” ujarnya, kemarin.

Terkait derasnya aliran dana dari adanya pengampunan pajak tersebut, selain dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, menurutnya juga ada beberapa sektor yang perlu dikembangkan. Di antaranya sektor pertanian. Sektor ini perlu diperkuat karena pertanian Jawa Tengah memberi kontribusi yang cukup signifikan untuk kebutuhan nasional. Bawang merah, misalnya. Jawa Tengah memenuhi sebanyak 40 persen kebutuhan bawang merah untuk nasional. “Kalau sampai sektor pertanian kita menurun maka tentu akan berdampak besar pula untuk perekonomian nasional,”ujarnya.

Selain pertanian, peningkatan dana dari pengampunan pajak ini juga dapat dialirkan ke sektor industri. Hal ini tak terlepas dari industri yang merupakan sektor yang menempati posisi pertama dalam bidang usaha di Jateng.

“Kalau pertanian share-nya sekitar 16 persen, kalau di kisaran 32-35 persen. Nah, artinya dua sektor ini pegang peranan penting baik untuk perekonomian Jawa Tengah maupun nasional. Jadi perlu ditingkatkan,” ujarnya. (dna/ida)