Alasan Sakit Perut, Agus Imakudin Tak Dihadirkan

BNNP Jateng Gelar Perkara dengan Dua Tersangka

260
GELAR PERKARA : Kepala BNNP Jateng, Kombes Pol Tri Agus Heru Prasetyo memimpin gelar perkara kasus narkoba di kantor Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jateng, Rabu (27/7) kemarin. (ADITYA DWI R/ Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kepala BNNP Jateng, Kombes Pol Tri Agus Heru Prasetyo memimpin gelar perkara kasus narkoba di kantor Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jateng, Rabu (27/7) kemarin. (ADITYA DWI R/ Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kepala BNNP Jateng, Kombes Pol Tri Agus Heru Prasetyo memimpin gelar perkara kasus narkoba di kantor Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jateng, Rabu (27/7) kemarin. (ADITYA DWI R/ Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Ketua Komisi C DPRD Kudus yang menjadi tersangka narkoba, Agus Imakudin (AI), beralasan sakit perut. Sehingga tidak hadir dalam acara gelar perkara kasus narkoba di kantor Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jateng, Rabu (27/7) kemarin. Akibatnya hanya dua orang tersangka yang dihadirkan, yakni sopir AI bernama Nur Ade (NAE) yang berperan sebagai kurir dan seorang perempuan bernama Farsinta alias Mami yang diduga sebagai pemasok.

Kepala BNNP Jateng, Kombes Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan bahwa tidak dihadirkannya tersangka AI karena sakit. Selain itu, AI sedang shock atas penangkapan dirinya oleh petugas BNNP Jateng, Senin (25/7) lalu. ”Dia (AI, Red) sakit perut. Tidak hanya itu, dia juga dalam kondisi stres pasca penangkapan. Mungkin bentuk rasa penyesalan dia,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan AI, kata Tri Agus, telah menyeret dua nama. Salah satunya sopir pribadi AI, bernama Nur Ade alias NAE, warga Desa Sunggingan Kecamatan Kudus. Dan Farasanti alias M, warga Kelurahan Barongan, Kecamatan Kudus, yang diduga sebagai pemasok. ”Tersangka AI memesan sabu kepada F alias M, dan NAE bertugas mengambil sabu di tempat F, kemudian diberikan kepada AI. Tiga orang ini ditetapkan menjadi tersangka,” jelasnya.

Penangkapan ini bermula adanya informasi transaksi narkoba di sekitar RS Telogorejo Semarang, Senin (25/7) lalu, sekitar pukul 15.00. Setelah dilakukan observasi intelijen, BNNP Jateng mengendus adanya mobil Mitsubishi Pajero putih bernopol G 7195 DC masuk ke parkiran P3C, yang diduga AI dan sopirnya, NAE.