DEMAK – SMAN 1 Demak berhasil meraih penghargaan bergengsi, sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional Tahun 2016. Gelar tersebut diberikan sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor: SK.535/MENLHK/SETJEN/SDM.2/7/2016. Piagam penghargaan tertanggal 13 Juli 2016 yang diserahkan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kabupaten Siak, Provinsi Riau pada Jumat (22/7) lalu, ditandatangani dua menteri sekaligus. Yaitu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Siti Nurbaya, MSc serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan PhD.

Kemarin siang, Kepala SMAN 1 Demak Siswandi MPd bersama Waka Kesiswaan Setyo Nugroho, guru SMAN 1 Sugiharto didampingi Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Suyatman serta Kasi Pengawasan dan Pengendalian, Sugiharto berkesempatan mempersembahkan penghargaan nasional tersebut kepada Bupati HM Natsir di Pendopo, Jalan Kiai Singkil Nomor 7, Kota Demak. Prestasi SMAN 1 Demak yang mengharumkan Kota Wali tersebut pun mendapatkan apresiasi positif dari Bupati Natsir.

Waka Kesiswaan, Setyo Nugroho mengungkapkan, perjuangan Adiwiyata telah dimulai sejak 2013 lalu. Selama 4 tahun, setidaknya ada 4 hal yang sangat diperhatikan SMAN 1 Demak dalam proses meraih prestasi nasional tersebut. Yaitu, soal kebijakan sekolah, kurikulum berwawasan lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan sarana prasarana yang ramah lingkungan.

”Kami sebagai pelaksana di lapangan, kerja mulai dari nol. Yang terpenting adalah membuat pembiasaan sehingga menumbuhkan kesadaran elemen sekolah, baik siswa, guru maupun pihak terkait lainnya dalam mengelola lingkungan sekolah. Alhamdulillah, setelah meraih Adiwiyata Nasional, sekarang memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional,” kata Setyo dengan senyum dan wajah berseri-seri.

Menurutnya, selama proses berlangsung, pihak sekolah membuat banyak terobosan yang mendukung kegiatan lingkungan, termasuk melaksanakan program semut (semua sampah harus dipungut) tiap hari. Bahkan, program itu, kini tidak sebatas dijalankan di dalam sekolah, tapi sudah merambah di luar sekolah, utamanya di Kawasan Perum Wijaya Kusuma (Wiku) II Katonsari.

Pihaknya juga pernah menggelar salat Istisqa (minta hujan) saat Provinsi Riau yang terkena bencana asap akibat kebakaran hutan ketika itu. Ternyata, kata dia, apa yang dilakukan itu baru terjawab sekarang, setelah menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri yang juga diserahterimakan di Kabupaten Siak, Riau. Karena itu, doa salat Istisqa membawa berkah tersendiri.