Sepenggal Kisah Marinir di Pantai Alam Indah

1256
DEBURAN OMBAK: Deburan ombak Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal bisa dinikmati wisatawan tanpa rasa takut, sembari bermain pasir di tepi pantai. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEBURAN OMBAK: Deburan ombak Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal bisa dinikmati wisatawan tanpa rasa takut, sembari bermain pasir di tepi pantai. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEBURAN OMBAK: Deburan ombak Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal bisa dinikmati wisatawan tanpa rasa takut, sembari bermain pasir di tepi pantai. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEBURAN OMBAK: Deburan ombak Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal bisa dinikmati wisatawan tanpa rasa takut, sembari bermain pasir di tepi pantai. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Di antara deburan ombak Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, ada sepenggal kisah heroik di sana. Sejumput cerita kegagahan Korps TNI Angkatan Laut yang berjuang untuk negeri ini pada era perjuangan masa lalu, terekam di Monumen Bahari Pantai Alam Indah.

BAGAS, 14, remaja asal Semarang bersama dua adiknya, Alif, 3; dan Baim, 1, masih saja asyik bermain pasir di bibir pantai. Terik mentari, tak dipedulikan ketiganya. Pasir yang dikeruk dengan tangan-tangan mungil itu, dibentuk mirip gunung. Tak lama kemudian, ombak Laut Jawa menyapu gunungan pasir buatan mereka. Saat itu terjadi, tawa tiga bocah itu pun pecah. Terlebih Baim dan Alif, yang masih balita. Bagi mereka, itu adegan lucu yang terjadi berulang.

Rachma, 40, sang bunda tiga bocah itu, hanya bisa geli melihat polah buah hatinya. Sesekali, Rachma mengingatkan Bagas untuk tidak ke tengah laut. Ia mewanti-wanti si sulung agar menjaga dua adiknya. Maklum, ombak siang itu, cukup tinggi. Sampai-sampai, pengelola wisata Pantai Alam Indah memasang bendera merah. Tandanya, air laut sedang pasang, sehingga pengunjung dilarang ke tengah. Cukup di bibir pantai saja.

Rachma yang ditemui saat duduk di rindangnya pepohonan cemara mengatakan, sebenarnya banyak pilihan wisata pantai di jalur pantura. Mulai Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, hingga Semarang. Tapi, ia dan keluarga lebih tertarik memilih Pantai Alam Indah Kota Tegal.

TANK MARINIR: Wisatawan Pantai Alam Indah tak hanya bisa menikmati pesona pantai. Tapi juga wisata edukasi di Museum Bahari yang berada di kompleks Pantai Alam Indah. Di Museum Bahari, wisatawan bisa mengetahui sejarah lahirnya Korps Marinir TNI AL yang ternyata terbentuk di Kota Bahari, sebutan lain Kota Tegal. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANK MARINIR: Wisatawan Pantai Alam Indah tak hanya bisa menikmati pesona pantai. Tapi juga wisata edukasi di Museum Bahari yang berada di kompleks Pantai Alam Indah. Di Museum Bahari, wisatawan bisa mengetahui sejarah lahirnya Korps Marinir TNI AL yang ternyata terbentuk di Kota Bahari, sebutan lain Kota Tegal. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PESAWAT NOMAD AL: Di Museum Bahari yang berlokasi di kompleks Pantai Alam Indah, wisatawan bisa melihat-lihat peralatan perang maupun jenis kendaraan yang digunakan TNI AL pada zaman perjuangan, melawan Tentara Belanda. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PESAWAT NOMAD AL: Di Museum Bahari yang berlokasi di kompleks Pantai Alam Indah, wisatawan bisa melihat-lihat peralatan perang maupun jenis kendaraan yang digunakan TNI AL pada zaman perjuangan, melawan Tentara Belanda. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Ada sesuatu yang lain, yang tidak ada di wisata pantai lain, di sepanjang pantura. Yaitu, wisata edukasi Monumen Bahari, yang di dalamnya menceritakan kisah berdirinya Korps TNI AL, terutama berdirinya Korps Marinir. Siapa sih yang gak kenal Marinir. Pasukan tempur elite TNI AL yang masih menjadi idola sampai sekarang,” tutur perempuan yang ayahnya juga seorang tentara, saat ditemui pada momen libur Lebaran, 7 Juli lalu.

Karenanya, selain menikmati keindahan pantai, Rachma sengaja mengajak buah hatinya ke Pantai Alam Indah. “Mereka juga perlu tahu bahwa TNI AL, awalnya lahir di Kota tegal dan menyimpan kisah tersendiri bagi warga Kota Tegal,” kata warga asal Semarang itu.

Rachma sendiri pernah tinggal di Tegal. Anak pertamanya, Bagas, lahir di Tegal. “Anak saya lahir tahun 2001 di RSUD Kardinah. Sedangkan Monumen Bahari baru diresmikan pada tahun 2008. Jadi, waktu saya di Tegal dan berkunjung ke Pantai Alam Indah, belum ada (Monumen Bahari). Maka dari itu, mumpung libur, saya ajak anak ke sini,” tutur Rachma yang pindah ke Semarang saat anaknya baru berusia 9 bulan.

Untuk diketahui, lokasi Pantai Alam Indah Tegal cukup strategis. Hanya berjarak 500 meter dari jalur pantura. Pantai ini dikelola dengan baik oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Kota Tegal.

Dikutip dari laman resmi TNI AL, Monumen Bahari di Pantai Alam Indah Tegal, dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter per segi, dengan luas bangunan 5.000 meter per segi.

Bangunan fisik monumen terdiri atas berbagai alat utama sistem persenjataan yang sudah tidak terpakai. Alat-alat tersebut merupakan sumbangan dari TNI AL. Antara lain, kendaraan tempur tank PT 76, kendaraan tempur Pintam BRDM, pesawat udara Nomad N-22, meriam darat, bouyance, lampu navigasi, jangkar dan rantai, ranjau tanduk, serta torpedo MK 44.

Monumen Bahari dilengkapi data pendukung yang menguatkan Tegal sebagai cikal bakalnya Marinir dan Sekolah Angkatan Laut (SAL). SAL didirikan atas perintah Markas Besar ALRI di Yogyakarta yang saat itu dipimpin oleh Laksamana III Maspandi, selaku Kepala Staf Umum ALRI. Dipilihnya Tegal sebagai tempat pendidikan Angkatan Laut, karena Tegal sudah memiliki sekolah pelayaran. Faktor lain, ketika itu, di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya, masih menjadi ajang pertempuran. Monumen Bahari diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (ketika itu) Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdijatno pada 20 Desember 2008.

Mantan Wali Kota Tegal Kolonel (Purn AL) Adi Winarso mengatakan, Monumen Bahari merupakan sarana untuk mengenang peristiwa bersejarah. Yaitu, sebagai upaya pewarisan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa kepada generasi muda dalam mengisi pembangunan nasional selanjutnya.

“Sejarah mencatat, bahwa di kota ini, pada tanggal 15 November 1945 dibentuk Korps Marinir dan selanjutnya setiap tanggal tersebut, dijadikan sebagai hari ulang tahun Korps Marinir TNI Angkatan Laut,” kata Adi yang pada era kepemimpinannya, monumen ini dibangun.

Pengunjung Pantai Alam Indah bernama Edward, 34, yang datang bersama keluarga besarnya dari Jakarta mengatakan, banyak hal positif dari keberadaan Monumen Bahari. Dari sisi sejarah, kata pria yang bekerja sebagai PNS di Pemprov DKI Jakarta itu, Tegal adalah cikal bakal berdirinya Angkatan Laut. “Sisi positif lain, tentunya edukasi. Keberadaannya monumen ini sangat penting bagi perjalanan sejarah kota ini.”

Hal yang sama disampaikan Irene, 30, warga Surabaya yang setiap Lebaran menyempatkan diri mengunjungi keluarga besarnya di Kota Tegal. Menurut perempuan berambut sebahu itu, Pantai Alam Indah tidak hanya sebatas menawarkan sensasi ombak dan keindahan pantai.

Kata dia, pengunjung punya pengetahuan lebih saat menikmati wisata Pantai Alam Indah. “Kita jadi tahu kalau ternyata lahirnya TNI AL dengan pasukan Marinirnya, justru dari Kota Tegal, bukan Surabaya, kota yang selama ini saya tinggali. Ini tentu menarik untuk diketahui. Dan justru saya tahunya setelah kami berwisata di Pantai Alam Indah.”

Suami Irene, Andi Irawan, 35, berpendapat, Monumen Bahari banyak memberikan manfaat. Tidak hanya sebagai bangunan monumental Kota Tegal semata. Tapi, yang terpenting, sebagai tempat untuk membangun nilai-nilai perjuangan bangsa maupun nilai-nilai bahari. Utamanya, bagi generasi muda, sekaligus menjadi simbol Kota Tegal sebagai Kota Bahari. “Bagus juga kok, sambil berwisata pantai, plus dapat sisi edukasinya. Apalagi edukasi soal TNI, keren lho,” puji Andi, yang menyempatkan foto-foto selfie dengan background tank tempur PT 76, dan pesawat udara Nomad N-22.

Menikmati Ombak dari Anjungan Pantai

ANJUNGAN PANTAI: Anjungan Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal memudahkan wisatawan menikmati pesona laut Jawa, sembari melihat lalu lalang perahu nelayan. Di anjungan ini, wisatawan juga kerap menikmati keindahan sunrise dan sunset. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANJUNGAN PANTAI: Anjungan Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal memudahkan wisatawan menikmati pesona laut Jawa, sembari melihat lalu lalang perahu nelayan. Di anjungan ini, wisatawan juga kerap menikmati keindahan sunrise dan sunset. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Untuk masuk ke lokasi Pantai Alam Indah Tegal, harga tiketnya relatif murah. Pada hari biasa, dewasa/per orang Rp 1.500, anak-anak Rp 500. Hari libur, dewasa masih tetap, Rp 1.500, anak-anak Rp 1000. Sedangkan kendaraan jenis sepeda dan becak dipatok tarif Rp 500, delman Rp 2000, motor Rp 1000, mobil Rp 2000, bus Rp 5000 dan truk Rp 4000. Meski begitu, di dalam area pantai, masih ditariki parkir lagi oleh paguyuban masyarakat setempat.

Seperti namanya, Pantai Alam Indah menyajikan pemandangan yang indah. Utamanya, pada sore hari. Dari bibir pantai, pengunjung bisa memandangi keindahan matahari tenggelam (sunset). Atau, pada pagi hari, menatap sunrise (matahari terbit). Jika ingin melihat sunrise, pastikan datang pagi sekali saat matahari belum muncul. Saat matahari muncul, semburat awan akan membentuk pemandangan yang sungguh elok.

Wisatawan juga bisa menikmati sensasi deburan ombak di tengah laut. Caranya mudah. Cukup ke anjungan atau dermaga pantai yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Nah, ketika berada di ujung dermaga, Anda akan terasa seperti berada di tengah laut.

Deburan ombak, semilir angin, dan keindahan sunset/sunrise, bisa dinikmati dengan berjuta rasa syukur dan takjub. Keindahan itu seakan melepas penat pikiran dan menjadikannya terasa lebih segar. Bagi para mancing mania, bisa juga melampiaskan di ujung anjungan. Berfoto-foto juga banyak dilakukan pengunjung, terutama para muda-mudi. “Sensasinya luar biasa, seolah kita berada di tengah-tengah laut,” kata Rachma, pengunjung asal Semarang.

Bagi yang penasaran ingin lebih jauh ke tengah laut, maka bisa menyewa perahu. Tarifnya, Rp. 5.000 per orang. Sebelum melaut, pengelola perahu wisata mewajibkan para pelancong mengenakan jaket pelampung. Ini demi keamanan wisatawan. Dengan perahu, wisatawan bisa menyaksikan dari jarak dekat, bangkai kapal tongkang yang berjarak 200 meter dari bibir pantai. Selain perahu, wisatawan juga bisa menaiki andong dan kereta wisata yang akan menyusuri bibit pantai.

Camping di Hutan Cemara

Di sisi timur Pantai Alam Indah, suasana rindang bisa dinikmati saat memasuki hutan cemara. Menurut seorang penjaga pantai, lokasi yang dimaksud, kerap digunakan bagi pengunjung yang ingin berkemah atau camping.

“Tahun lalu, saya pernah camping di situ (hutan cemara), sensasinya asyik. Terutama kalau malam, suara deburan ombak membuat suasana makin nyaman. Saat pagi, bisa lihat sunset dari perkemahan,” tutur Indah, 23, perempuan asal Slawi, Kabupaten Tegal. Ketika itu, Indah tidak sendiri. Ia berkemah bareng teman-temannya. “Kalau sendiri mana berani,” tuturnya, singkat.

Biasanya, lokasi yang dimaksud, memang untuk perkemahan. Pesertanya berombongan. “Lima bulan lalu, ada rombongan anak SMK kemah di sini. Pakai tenda TNI dan instrukturnya juga dari TNI,” kata penjaga pantai yang mengaku bernama Iwan.

Selain camping, wisatawan bisa juga berkunjung ke Kampung Seni di Pantai Alam Indah Tegal lho. Letaknya, di dekat pintu masuk gerbang pantai, di sisi sebelah kiri. Kampung Seni dikelola oleh Dewan Kesenian setempat. Di Kampung Seni, dipamerkan puluhan lukisan karya perupa Tegal, juga suvenir. “Pengunjung bisa beli lukisan dan suvenir di Kampung Seni,” kata Asmawi, pengusaha kuliner setempat. Kampung Seni juga kerap menggelar kegiatan berkesenian. Juga diskusi-diskusi perihal kesenian.

BECAK AIR: Wisata becak air juga bisa dinikmati di kompleks Pantai Alam Indah, tidak jauh dari lokasi Museum Bahari. Tepatnya, di sisi dalam pintu masuk Pantai Alam Indah Kota Tegal. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BECAK AIR: Wisata becak air juga bisa dinikmati di kompleks Pantai Alam Indah, tidak jauh dari lokasi Museum Bahari. Tepatnya, di sisi dalam pintu masuk Pantai Alam Indah Kota Tegal. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Bagaimana dengan fasilitas permainan di lokasi Pantai Alam Indah? Lengkap. Di objek wisata itu, ada Waterboom Poci. Sesuai namanya, di wahana air tersebut, ada kolam renang yang di bagian atasnya terdapat poci super jumbo. Jika terisi air penuh, poci akan oleng dan airnya tumpah, mengguyur pengunjung yang menanti di kolam renang. Berapa tarif masuk Waterboom Poci? Tarif masuk hari biasa, dewasa Rp 6000, anak-anak Rp 4000. Hari libur, tiket masuk dewasa Rp 8000 dan anak-anak Rp 6.000. Fasilitas lain, seperti musala dan toilet juga disediakan.

KULINER: Wisatawan Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, bisa menikmati kuliner khas Kota Tegal seperti lengko, kupat glabed, ponggol, di warung-warung di tepi pantai, di tempat yang teduh, di bawah rerimbunan pohon-pohon cemara. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KULINER: Wisatawan Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, bisa menikmati kuliner khas Kota Tegal seperti lengko, kupat glabed, ponggol, di warung-warung di tepi pantai, di tempat yang teduh, di bawah rerimbunan pohon-pohon cemara. (ISKANDAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Nah, yang musti dicicipi para pelancong adalah warung-warung makan dan minuman yang berada di kompleks pantai. Warung-warung itu menyediakan menu kuliner khas Tegal. Seperti Kupat Glabed, Kupat dan Sate Blengong, Nasi Lengko, Soto Tegal, Nasi Ponggol dan lainnya. “Tadi saya makan Nasi Ponggol, rasanya enak. Kalau ke Tegal, memang saya sempatkan makan Nasi Ponggol,” kata Dimas, 42, pengunjung asal Bandung yang ditemui usai makan Nasi Ponggol.

Terakhir, tak lengkap rasanya kalau berlibur tanpa membeli buah tangan untuk saudara, pasangan, teman, dan orang terdekat lainnya. Setelah puas menikmati keelokan Pantai Alam Indah beserta wahana di dalamnya, pelancong bisa memborong berbagai oleh-oleh khas Tegal. Anda bisa membeli kerajinan tangan, kaos, teko dan cangkir tanah liat serta aneka oleh-oleh lainnya. Mau coba? Monggo ke Pantai Alam Indah. (iskandar)