Canangkan Pos GenRe Latansa

517
PENCANANGAN : Bupati Demak HM Natsir didampingi Kepala Bapermas KB, Lestari Handayani mencanangkan pos GenRe di Ponpes Fathul Huda, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCANANGAN : Bupati Demak HM Natsir didampingi Kepala Bapermas KB, Lestari Handayani mencanangkan pos GenRe di Ponpes Fathul Huda, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Bupati Demak HM Natsir kemarin secara resmi mencanangkan Pos GenRe (Generasi Berencana) Latansa di Pondok Pesantren (Ponpes) Fathul Huda, Dukuh Karanggawang, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung. Pos Genre yang dibentuk Bapermas KB Pemkab Demak ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi terkait kesehatan reproduksi yang terencana.

Kabid Pengembangan Partisipasi Institusi (PPI) Bapermas KB, Kendarsih Iriani, SH MH mengatakan bahwa pos GenRe di ponpes ini untuk menyukseskan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di wilayah Demak. Karena itu, selain menggandeng ponpes, pihaknya juga mengajak Forum Antar Umat Beragama Peduli Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (Fapsedu). “Kami kampanyekan hindari pernikahan dini, jauhi seks pra nikah dan jangan dekati napza atau narkoba,” kata Kendarsih yang melaksanakan kegiatan ini sebagai tugas Diklatpim tersebut.

Kepala Bapermas KB, Lestari Handayani menambahkan, rintisan Pos GenRe tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kekhawatiran para orang tua terhadap perkembangan para remaja dalam pergaulan sehari-hari. “Ada 325 peserta dari kalangan pesantren yang ikut kegiatan ini. Hal ini sangat penting untuk menciptakan keluarga sehat sejahtera termasuk dalam kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Sekretaris BKKBN Jateng, Erna Sulistyowati menuturkan bahwa perkembangan jumlah remaja sekarang cukup pesat. Tercatat, 24,8 persen dari jumlah penduduk adalah remaja. “Melihat itu, maka kita siapkan generasi emas ini dengan baik. Jangan sampai para remaja menjadi beban Negara. Apalagi, kita menghadapi gerenasi emas di era bonus demografi yang berlangsung antara 2025 hingga 2030 mendatang,” katanya.

Menurut dia, langkah yang tepat adalah memperkuat para remaja agar siap menghadapi globalisasi ini. “Di antaranya, jangan sampai para remaja menikah di usia dini. Sebab, rahim mereka belum kuat untuk repoduksi,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan bahwa para tokoh agama agar lebih peduli pada perkembangan generasi muda. Dengan demikian, mereka tidak terseret globalisasi. “Hargai perkembangan anak sesuai bakat masing-masing. Karena itu, kita apresiasi adanya Pos GenRe ini agar para remaja siap menghadapi masa depannya dengan baik,” katanya. (hib/sct/ida)