Sweeping Instalasi Medis

307
CEK PASIEN : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Tegal Abdal Hakim Tohari saat mengunjungi pasien anak untuk monitoring penggunaan vaksin. (SYAMSUL FALAK/RATEG)
CEK PASIEN : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Tegal Abdal Hakim Tohari saat mengunjungi pasien anak untuk monitoring penggunaan vaksin. (SYAMSUL FALAK/RATEG)
CEK PASIEN : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Tegal Abdal Hakim Tohari saat mengunjungi pasien anak untuk monitoring penggunaan vaksin. (SYAMSUL FALAK/RATEG)
CEK PASIEN : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Tegal Abdal Hakim Tohari saat mengunjungi pasien anak untuk monitoring penggunaan vaksin. (SYAMSUL FALAK/RATEG)

TEGAL – Untuk mengantisipasi peredaran dan penggunaan vaksin palsu, Dinas Kesehatan Kota Tegal kembali melakukan sweeping ke sejumlah instalasi medis dan tempat pelayanan kesehatan meliputi Puskesmas, rumah sakit, klinik, serta praktik dokter di wilayah Kota Bahari hingga akhir Juli mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Abdal Hakim Tohari mengatakan, meski pemberitaan di media terkait vaksin palsu mulai redam, pihaknya tidak ingin mengambil risiko dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga, selain melayangkan Surat Edaran (SE) ke semua instalasi medis pihaknya juga terus memperketat penggunaan vaksin khususnya bagi anak-anak dengan monitoring ke semua titik tempat pelayanan kesehatan. “Hasil monitoring, Alhamdulillah semua stok vaksin asli distribusi dari Dinkes Provinsi Jateng,” ungkapnya.

Selain fokus monitoring vaksin, Abdal Hakim menuturkan, pihaknya juga sekaligus memantau pelaksanaan imunisasi sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa lebih optimal dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai kode etik profesi.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Suharjo menambahkan, mengacu dari hasil monitoring ke sejumlah unit instalasi medis pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan pro aktif saat menemukan keganjalan pelayanan. “Dengan begitu, jika ada prosedur pelayanan yang menyimpang kami bisa segera menindaklanjuti sesuai laporan dari masyarakat,” pungkasnya. (syf/jpnn/ric)