Untitled-2

Manja, egois, suka menuntut dan ogah ngalah seringkali dilekatkan pada mereka yang menyandang status anak tunggal. Ada yang benar, ada juga yang nggak gitu juga. Seperti yang diungkapin oleh beberapa Zetizen Semarang yang berstatus anak tunggal.

Nur Aini, mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini mengakui kalau sifat manja ada di dalam dirinya. Tapi juga tidak berarti ia tidak mengontrol sifat tersebut dan bisa seenaknya.

“Kalo saya manja ya pasti, tapi manja sewajarnya aja, ngga lebay. Seperti kalau aku mau minta apa-apa ke orang tua malah cenderung takut, kalau kebutuhannya mendesak aja lagi bilang ke ortu secara pelan-pelan,”ujarnya.

Pengalaman lain juga diungkapkan oleh Widyaning Sekar Ayu Anindhita. Menurutnya, dengan menjadi anak tunggal dan mendapat perhatian penuh dari kedua orang tuanya, bukan berarti terus-terusan merasa seneng.

Mahasiswi asal Kebumen dan kini kuliah di Semarang ini justru kerap kecewa jika orang tuanya terkadang tak percaya dengan kemampuannya. “Kasih sayang ortu full buat aku, tapi suka sedih juga kalo ortu kadang ngga percaya dengan kemampuanku, mereka nganggap kalo aku masih kecil, belum dewasa lah,”ujarnya.

Dari situ, ia juga keberatan dengan stigma yang melekat pada anak tunggal. “Yang jadi anak tunggal kan kita, bukan mereka. Mereka cuma lihat kalo anak tunggal manja lah, keras kepala lah, atau apapun itu, tapi nyatanya banyak anak tunggal yang mandiri dan mudah bergaul,” ungkapnya.(mg10)

Pola Asuh Orangtua Pegang Peranan Penting

Terbentuknya sifat dan karakter anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Baik itu anak tunggal maupun tidak. Sifat manja yang melekat pada anak bisa jadi karena semua kemauannya selalu dipenuhi oleh orangtua. Saat tidak dipenuhi anak akan terus merajuk.

Dosen Psikologi UIN Walisongo, Siti Hikmah menyarankan, untuk membentuk karakter anak agar tidak manja, orangtua harus dapat menerapkan konsistensi akan aturan-aturan yang dibuat.

“Misal, jika orang tua memiliki aturan pada anak harus mematikan televisi pada waktu tertentu, ya itu harus konsisten, bahkan saat anaknya rewel atau merajuk minta nonton TV,”uajrnya.

Selain itu, lanjutnya, sifat seorang anak tunggal juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Meski orang tua sudah mendidik untuk tidak menjadi manja, bisa jadi orang-orang terdekat di sekitarnya sperti nenek atau kerabat orang tua selalu menuruti permintaan si anak. Hal ini akan turut mempengaruhi pembentukan karakter anak.

“Jika orang lain seperti nenek yang memanjakan cucu tunggalnya, maka orang tua harus lebih memiliki pendekatan psikologis kepada si anak agar ia lebih patuh terhadap orang tuanya daripada orang lain,”tandasnya.(mg10)

KOMENTAR :

Dyah-Ayu-PutriDyah Ayu Putri Sekar Kencono Sari 20, UNNES
Pandangan tentang anak tunggal yang manja, egois, suka nuntut menurutku tidaklah benar. Ada salah seorang temanku yang anak tunggal malah orangnya pendiam, penurut, susah bilang tidak sama orang lain. Dia juga bukan tipe orang yang suka merepotkan orang lain. Tidak pernah nuntut atau minta yang neko-neko ke orang tua, padahal orang tuanya adalah orang yang berkecukupan dan mampu memenuhi apa yang dia minta.

Ahmad-Rifqi-AziziAhmad Rifqi Azizi 19, UIN Walisongo Semarang
Sifat-sifat anak tunggal yang menjadi stigma di masyarakat itu saya rasa tidak selalu benar. Saya juga memiliki teman yang seorang anak tunggal. Ada dari mereka yang memang manja, yang wataknya kekanak-kanakan, tapi ada juga yang dewasa dan mandiri. Saya pikir sifat anak tunggal itu terbentuk dari bagaimana orang tuanya memperlakukan mereka.