BERBAGI - Selain menggelar lomba intern, Kejari Batang juga memberi santunan kepada siswa berprestasi di lingkungannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERBAGI - Selain menggelar lomba intern, Kejari Batang juga memberi santunan kepada siswa berprestasi di lingkungannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERBAGI - Selain menggelar lomba intern, Kejari Batang juga memberi santunan kepada siswa berprestasi di lingkungannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERBAGI – Selain menggelar lomba intern, Kejari Batang juga memberi santunan kepada siswa berprestasi di lingkungannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Meningkatnya laporan masyarakat terkait berbagai kasus korupsi di Kabupaten Batang dipandang bagus oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang. Namun sayangnya, laporan masuk masih banyak yang kaleng (tidak bertuan).

“Laporan yang masuk ke kami cukup banyak, namun masih banyak juga yang kaleng (tidak bertuan/ tanpa nama terang). Rata-rata hanya atas nama masyarakat saja,” jelas Kepala Kejari Batang Eddy, Jumat (22/7) saat menggelar syukuran HUT Adyaksa ke 56.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar laporan yang masuk agar tertulis resmi, siapa yang melapor atau organisasi yang melapor. Jangan atas nama saja, sehingga laporan bisa dipertanggungjawabkan. “Namun kami sebagai aparat, tetap akan menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Ditambahkan pula, selama ini pihaknya juga tidak hanya diam saja terkait permasalahan di Batang. Seperti kasus korupsi sudah banyak disoroti. Bakan sudah ada produk penyelidikan, penyidikan dan tuntutan. Tinggal nanti akan dikemukakan di masyarakat. “Walaupun tugas kami sebagai penuntut yang diutamakan adalah pencegahan. Jadi kami juga tidak mau semena-mena. Semua tetap akan kami, kerjakan sesuai tupoksinya,” ucapnya.

Terkait perayaan HUT Adyaksa ke 56 di tempatnya, digelar berbagai kegiatan. Dari lomba intern antar pegawai seperti Lomba Remi dan Gaple, sampai ke makam pahlawan. Puncaknya menggelar sykuran dan hiburan di kantornya. (han/ric)