LANGGANAN ROB: Halaman SDN Bugangan 1 yang terendam rob, dan para siswa kelas 1 yang berjumlah 7 anak saat proses belajar mengajar bergantian dengan siswa kelas 2 karena kekurangan ruang kelas. (NURCHAMIM/M. KHOIRUN NADZIF/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGGANAN ROB: Halaman SDN Bugangan 1 yang terendam rob, dan para siswa kelas 1 yang berjumlah 7 anak saat proses belajar mengajar bergantian dengan siswa kelas 2 karena kekurangan ruang kelas. (NURCHAMIM/M. KHOIRUN NADZIF/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SD-BUNGAN-ROB

BUGANGAN – Bencana rob yang terjadi di Kota Semarang berimbas pada dunia pendidikan di Kota Semarang. Salah satunya dialami SDN Bugangan 1 Semarang yang langganan rob. Bahkan karena terlalu sering dilanda rob, sekolah yang berlokasi di Jalan Bugangan Regol RT 6 RW 1, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur ini sepi peminat. Pada tahun ajaran baru ini, SDN Bugangan 1 hanya mendapatkan 7 siswa. Total siswa kelas 1 hingga 6 sebanyak 100 anak.

Selain sering digenangi rob, kondisi SD ini bisa dibilang cukup memprihatinkan. Sebab, beberapa ruang kelas mengalami kerusakan berupa jebolnya atap. Selain itu, sekolah ini hanya memiliki 5 ruang kelas, sehingga ada satu ruang kelas harus digunakan bergantian. Tak hanya itu, akses jalan menuju sekolah juga sulit karena berada di tengah pasar.

Kepala SDN Bugangan 1, Siti Choiriyah, mengatakan, siswa kelas 1 dan 2 harus bergantian dan berbagi dengan ruang guru. Selain itu, harus digilir dua kelas, ruangan kelas ini pun masih harus dibagi dengan ruang guru yang hanya dipisahkan dengan batas almari. ”Karena adanya banyak kekurangan ini mungkin menjadi penyebab sekolah ini kekurangan siswa,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan, pada tahun ajaran baru 2015 lalu, sekolah ini mendapat 14 siswa baru. Namun pada tahun ini merosot, hanya menerima 7 siswa baru. Bahkan kejadian ini terus berulang setiap tahunnya, hingga dipastikan setiap tahun ajaran baru sekolah milik Pemkot Semarang ini selalu kekurangan siswa. ”Para keluarga calon siswa yang tahu kalau sekolah ini sering rob, menjadi enggan mendaftar. Maklum sih mereka menang untuk memilih, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa,” keluhnya.