Wajan Raksasa Akhirnya Diangkat

Ada Rangkaian Pipa, Diperkirakan Lokasi Pabrik Gula

378
DIIKAT : Wajan raksasa yang ditemukan di Masjid Al Furqan Batang akan diangkat ke permukaan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIIKAT : Wajan raksasa yang ditemukan di Masjid Al Furqan Batang akan diangkat ke permukaan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIIKAT : Wajan raksasa yang ditemukan di Masjid Al Furqan Batang akan diangkat ke permukaan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIIKAT : Wajan raksasa yang ditemukan di Masjid Al Furqan Batang akan diangkat ke permukaan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Wajan raksasa yang ditemukan di Masjid Al Furqon, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang mulai diangkat dari lokasi penemuan, Rabu (20/7) kemarin. Langkah tersebut dilakukan guna mengindari kerusakan serta semakin banyaknya air yang keluar dari bawah wajan, setelah dilakukan penggalian selama tiga hari.

“Proses pengangkatan dilakukan guna menghindari kerusakan, apalagi air yang keluar dari bawah wajan agak asin. Pengangkatanya dilakukan dengan menggunakan cran manual dan harus ekstra hati-hati,” ujar Kasubag Program Disbudpar Kabupaten Batang, Rahwan Astiyo Wibowo, kemarin.

Rahwan menjelaskan, sebelum diangkat, wajan dipasangi tali tambang dan diambil empat titik. Selanjutnya keempat tali tersebut disatukan dan diangkat pelan-pelan menggunakan cran. Namun proses pengangkatan tidaklah mudah, mengingat kuat dugaan bagian bawah wajan menempel kuat dengan sesuatu di bawahnya.

“Untuk bagian bawah sendiri belum bisa dipastikan apakah ada tungku atau tidak, karena harus menunggu hingga wajan terangkat. Nantinya wajan itu sendiri akan dibawa ke kantor Disbudpar untuk diteliti lebih lanjut, terkait bahan dan juga usia wajan tersebut,” jelas Rahwan.

Proses penggalian dan pengangkatan wajan diawasi langsung perwakilan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Bagus Pujianto. Hal itu dilakukan guna mencegah adanya kesalahan dalam proses penggalian ataupun pengangkatan yang bisa berimbas pada rusaknya wajan seperti yang terjadi di Purworejo.