BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir (kedua dari kanan) dalam Jateng Bersalawat, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir (kedua dari kanan) dalam Jateng Bersalawat, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir (kedua dari kanan) dalam Jateng Bersalawat, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSALAWAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir (kedua dari kanan) dalam Jateng Bersalawat, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ribuan massa Muhammadiyah dari berbagai penjuru di Jateng, berkumpul di pelataran kantor gubernur, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (19/7) malam. Dengan mengenakan busana serbaputih, mereka tampak antusias mengikuti rangkaian gelaran ’Jawa Tengah Bersalawat, Gayengnya Syawalan untuk Jawa Tengah Berkemajuan’.

Acara pengajian tersebut tampak sedikit janggal. Selama ini massa Muhammadiyah cukup kontra dengan adanya salawatan. Meski begitu, tidak ada satu pun yang protes. Mereka justru merasa senang bisa bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Jateng.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir mengaku bangga diberi wadah berkumpul massa Muhammadiyah. ”Sebenarnya, kami yang mengundang Pak Gubernur untuk bertemu Muhammadiyah. Soalnya kalau gubernur keliling se-Jateng, pasti capek. Ya sudah, biar kami yang ngalahi ke sini,” ucapnya.

Wildan Mauzakawali Saptian, siswa SD Muhammadiyah Salatiga yang pernah tampil di pemilihan dai cilik, menjadi pengisi tausiah. Pada kesempatan itu, dia menyindir beberapa pejabat yang sok alim, tapi kelakuannya jauh dari sifat agama.

Dia pun mengajak para pejabat untuk bersikap lebih sopan layaknya orang Muhammadiyah. ”Dalam prinsip kami, berjuang itu bukan semata mencari materi. Justru sebaliknya, materi digunakan untuk berjuang,” ucapnya.