Akui Pencairan Lebih dari Permohonan Proposal

Eks Wali Kota Pekalongan Jadi Saksi Korupsi KONI

369
JADI SAKSI : Eks Wali Kota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad Syawie usai diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI SAKSI : Eks Wali Kota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad Syawie usai diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI SAKSI : Eks Wali Kota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad Syawie usai diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI SAKSI : Eks Wali Kota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad Syawie usai diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN-Eks Wali Kota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad Syawie mengakui telah menandatangani pencairan dana penyelenggaraan kompetisi Sekolah Sepak Bola (SSB) U-12. Hal itu disampaikan saat menjadi saksi atas terdakwa Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekalongan 2013-2017, Ricsa Mangkula dalam perkara dugaan penyelewengan dana hibah KONI dari Pemkot Pekalongan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/7) kemarin.

HM Basyir yang juga ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pengcab Kota Pekalongan itu juga mengaku menandatangani kuitansi sebesar Rp 180 juta dari pencairan dana hibah yang sudah dipotong Rp 40 juta untuk turnamen SSB. Padahal saat itu KONI hanya mengajukan proposal turnamen SSB Rp 10 juta.

“Saat tanda tangan, saya pikir sudah sesuai yang Rp 40 juta. Tetapi saya baru tahu sesudah diperiksa, ternyata jatah untuk SSB dalam proposal hanya Rp 10 juta,” kata Basyir di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Ari Widodo SH MH.

HM Basyir juga mengaku kalau ia memimpin PSSI setengah dipaksa oleh teman-teman klub. Lantaran tugas sebagai wali kota dianggapnya sudah cukup berat. “Akhirnya saya mau, tapi ya cuma ini saja. Mungkin kalau membutuhkan bantuan (dana, red), biar gampang, ya bisa jadi,” sebutnya.

Dia juga mengaku sempat meminta pertanggungjawaban secara lisan kepada terdakwa Ricsa Mangkula atas penggunaan dana Rp 40 juta yang disebutkan untuk turnamen SSB. Permintaan lisan itu ditanggapi terdakwa dengan mengirimkan pertanggungjawaban secara tertulis sekitar seminggu kemudian.