Perlunya Komunikasi Orang Tua sejak Dini

223
BERI MOTIVASI: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi saat memberi materi di SMP dan SMA/SMK Mardisiswa, kemarin. (Ist)
BERI MOTIVASI: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi saat memberi materi di SMP dan SMA/SMK Mardisiswa, kemarin. (Ist)
BERI MOTIVASI: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi saat memberi materi di SMP dan SMA/SMK Mardisiswa, kemarin. (Ist)
BERI MOTIVASI: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi saat memberi materi di SMP dan SMA/SMK Mardisiswa, kemarin. (Ist)

SEMARANG – Di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, Senin (18/7), Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiaana Hendrar Prihadi memberikan materi di SMP dan SMA/SMK Mardisiswa, Jalan Raya Sukun Raya 45. Setelah mengantarkan putra ketiganya yang di tahun ini masuk SMP di Al Azhar Banyumanik.

Dalam penyampaian materi para peserta diperlihatkan tiga video pembelajaran. Sementara dalam penjelasannya, Tia sapaan akrab Krisseptiana, mengatakan bahwa setiap anak mempunyai hak-hak yang harus mereka peroleh. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang perlindungan anak nomor 23 Tahun 2002 dan diubah UU Nomor 35 Tahun 2014, termasuk kepemilikan akta kelahiran, anak-anak berhak untuk mempunyai akta kelahiran jika belum mempunyai bisa meminta kepada orang tua masing-masing untuk mengurus akta kelahiran.

”Anak-anak harus paham apa saja yang menjadi haknya, hak hidup, setiap anak berhak untuk hidup, bahkan bayi yang baru lahir tidak boleh atas dasar apa pun seseorang merampas haknya untuk hidup. Sekarang banyak kita lihat pemberitaan di televisi banyak bayi yang baru lahir dibuang, dibunuh,” katanya.

Tia juga menyoroti mengenai maraknya game online belakangan ini yang sudah merambah ke anak-anak, seperti Pokemon Go. ”Maraknya permainan game online dewasa ini juga patut mendapat perhatian khusus, karena bisa menyebabkan kecanduan, anak-anak bisa lupa waktu, lupa belajar dan bisa meningkatkan sifat agresivitasnya,” tambahnya.

Di akhir materi, Krisseptiana mengimbau kepada setiap orang tua agar selalu berkomunikasi dengan anak. ”Sebagai seorang ibu yang mempunyai anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan dari orang tua. Bangunlah komunikasi secara intens kepada anak-anak. Bila sedang bersama keluarga, makan bersama taruhlah handphone dan gadget terlebih dahulu, sempatkan untuk selalu berkomunikasi dengan putra-putri,” tandasnya. (zal/ce1)