DI ATAS ANGIN: Striker PSIS Hari Nur Yulianto, berduel dengan salah satu pemain Persijap dalam laga lanjutan ISC B di Stadion Jatidiri Minggu (17/7) lalu yang berakhir 4-0 untuk kemenangan PSIS. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DI ATAS ANGIN: Striker PSIS Hari Nur Yulianto, berduel dengan salah satu pemain Persijap dalam laga lanjutan ISC B di Stadion Jatidiri Minggu (17/7) lalu yang berakhir 4-0 untuk kemenangan PSIS. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DI ATAS ANGIN: Striker PSIS Hari Nur Yulianto, berduel dengan salah satu pemain Persijap dalam laga lanjutan ISC B di Stadion Jatidiri Minggu (17/7) lalu yang berakhir 4-0 untuk kemenangan PSIS. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DI ATAS ANGIN: Striker PSIS Hari Nur Yulianto, berduel dengan salah satu pemain Persijap dalam laga lanjutan ISC B di Stadion Jatidiri Minggu (17/7) lalu yang berakhir 4-0 untuk kemenangan PSIS. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Berada di puncak klasemen sementara Grup 4 Indonesian Soccer Championship (ISC) B membuat PSIS semakin mendekati target awal mereka yaitu lolos ke babak 16 besar kompetisi kasta kedua itu. Dengan raihan 13 poin saat ini, berarti tim berjuluk Mahesa Jenar itu hanya membutuhkan tambahan sembilan poin atau tiga kali kemenangan dari sisa empat laga (3 kandang, 4 tandang) yang akan mereka lakoni.

Hal itu mungkin saja terjadi terutama ketika Johan Yoga dkk tampil di tiga laga kandang yaitu menjamu Persipur (24/7), kemudian menjamu PSIR Rembang (20/8) dan juga laga kandang terakhir menjamu PPSM Magelang (27/8). “Makanya minimal kami harus bisa menang di tiga laga kandang tersisa sehingga sembilan poin laga kandang bisa aman. Dengan tambahan sembilan poin berati kami sudah berhasil meraih 22 poin. Sedangkan poin maksimal yang bisa kami raih yaitu 34 poin. Sukur-sukur bisa mencuri poin di empat laga tandang,” terang Manajer tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Sedangkan empat laga tandang yang harus dilakoni Mahesa Jenar adalah versus PSIM Jogjakarta (30/7), kemudian versus Persibat Batang (7/8), versus Persijap Jepara (3/9) dan laga tunda di kandang PPSM Magelang (10/9) mendatang. “Namun kami selalu menekankan ke anak-anak untuk tetap fight di setiap laga baik kandang maupun tandang, siapapun lawan kami agar hasilnya juga maksimal. Dan sejauh ini anak-anak mampu menunjukkan penampilan yang maksimal di setiap laga,” sambung Liluk.

Sementara head coach PSIS, Eko Riyadi yang juga ditemui di Stadion Jatidiri Semarang kemarin meminta kepada anak-anak asuhnya untuk segera melupakan pesta kemenangan 4-0 atas Persijap. Johan Yoga dkk harus segera fokus menjelang laga versus Persipur akhir pekan mendatang. “Karena Persipur juga tim bagus. Di pertandingan terakhir mereka mampu menyulitkan Persibat dan hanya kalah tipis 1-0 itupun melalui titik penalti. Jadi saya rasa tidak ada kata lain selain berjuang maksimal melawan Persipur besok,” beber Eko.

Pihaknya juga mengatakan telah menyiapkan sejumlah antisipasi di lini pertahanan untuk menghadapi tim berjuluk Laskar Petir yang diprediksi bakal tampil defensif di hadapan publik Stadion Jatidiri besok. “Persipur juga mendatangkan beberapa pemain baru salah satu yang kami tahu yaitu striker asal Semarang, Dewangga. Ya kami akan memanfaatkan waktu kurang dari sepekan ini untuk mempersiapkan diri secara maksimal,” pungkas Eko. (bas/smu)