DIPERIKSA – Sopir Bus maut saat berada di Polres Batang, untuk dimintai keterangan atas kejadian Lakalantas Bus vs Truk, Sabtu malam (16/7) di Gringsing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
DIPERIKSA – Sopir Bus maut saat berada di  Polres Batang, untuk dimintai keterangan atas kejadian Lakalantas Bus vs Truk, Sabtu malam (16/7) di Gringsing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
DIPERIKSA – Sopir Bus maut saat berada di Polres Batang, untuk dimintai keterangan atas kejadian Lakalantas Bus vs Truk, Sabtu malam (16/7) di Gringsing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Sopir bus Kramat Djati jurusan Purwodadi – Jakarta, Lasman, dalam kecelakaan maut di Alas Roban Batang akhirnya menyerahkan diri ke polisi, Minggu (17/7). Setelah sempat bersembunyi di hutan sekitar lokasi selama 6 jam lebih. Kini dirinya sedang diperiksa intensif oleh Satlantas Polres Batang.

Saat ditemui, sopir asal Blora tersebut mengaku sempat bersembunyi di hutan karena panic dan takut dihakimi masyarakat. Dia pun memutuskan melarikan diri ke hutan, sampai situasi reda.“Saya takut dimassa, sebelum melarikan diri saya sempat menolong penumpang anak-anak yang terjepit dan mengamankan kepala yang terputus dari penumpangnya, hingga akhirnya saya bersembunyi di hutan,” ucapnya dengan wajah yang masih pucat.

Pengemudi bus Kramat Djati dengan nopol B 7075 TGB tersebut, mengaku menjalankan laju kendaraannya 90 KM/jam. Melaju dari arah timur, tiba-tiba ada truk mau belok. “Yang bagian aba-aba sempat memperingatkan saya, tapi saya tidak melihat. Akhirnya bus coba saya banting kanan namun menabrak kepala truk. Bus saya sempat melewati pembatas (median) jalan dan jatuh dan terguling,” jelasnya.

Akibat tabrakan tersebut, truk tangki pembawa amoniak dengan nopol W 9322 UN, mengalami rusak parah pada bagian kabin. Bahkan hampir terlepas, sehingga sang sopir Santoso, 60, asal Surabaya terjepit pintu dan kursi kabin. Sehingga mengalami patah tulang parah, dan kini dirawat di Rumah Sakit Islam Weleri Kendal. Polisi hingga saat ini juga belum menetapkan tersangka terkait kecelakaan maut yang merengut 6 penumpang bus yang hendak balik ke Jakarta dari Godo Purwodadi tersebut. (han/zal)