Wahyudin Noor Ali (DOKUMENTASI PRIBADI)
Wahyudin Noor Ali (DOKUMENTASI PRIBADI)
Wahyudin Noor Ali (DOKUMENTASI PRIBADI)
Wahyudin Noor Ali (DOKUMENTASI PRIBADI)

DI balik penampilannya yang santai, Wahyudin Noor Ali ternyata pernah mendamaikan warga Brebes. Dia bercerita, di era 80-90an, di wilayah tempat tinggalnya itu sarat dengan tawuran anta kampung. Bahkan bakar-bakaran rumah sudah jadi hal biasa.

Tragedi yang nyaris terjadi saban minggu itu benar-benar menyibukkan kepolisian setempat. ”Saat itu masih ada Polwil. Kapolwilnya sampai turun langsung. Tapi setelah didamaikan, tidak lama mereka perang lagi,” ucap Goyud, sapaan akarabnya.

Dia menyinyalir, tawuran itu dipengaruhi oleh masing-masing pemimpin kampung yang ingin menunjukkan eksistensi. Mereka punya rasa cinta Tanah Air berlebihan di lingkup kecil, yatiu membela kampung. ”Kalau tidak ada gara-gara, para pemimpin kan tidak bisa tampil. Jadi saya mengira, mereka hanya ingin pengakuan saja,” tuturnya.

Dari pemahaman itu, Goyud coba melakukan pendekatan dengan masing-masing pemimpin kampung. Dia pun sempat mengeluarkan banyak uang untuk mengajak mereka makan bersama.