Tewas Disambar KA Argo Muria

Korban Terobos Palang Pintu

402
RUSAK PARAH: Petugas bersama warga saat mengevakuasi sepeda motor Honda Megapro yang dikendarai korban Yusianto. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Petugas bersama warga saat mengevakuasi sepeda motor Honda Megapro yang dikendarai korban Yusianto. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Petugas bersama warga saat mengevakuasi sepeda motor Honda Megapro yang dikendarai korban Yusianto. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Petugas bersama warga saat mengevakuasi sepeda motor Honda Megapro yang dikendarai korban Yusianto. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Perlintasan rel KA double track kembali menelan korban jiwa. Kali ini, terjadi di perlintasan rel KA berpalang pintu di Jalan Kokrosono Raya, Semarang Utara, Jumat (15/7) sekitar pukul 13.05 kemarin. Korbannya, Yusianto, 42, warga Jalan Beringin Permai Blok F, Kecamatan Ngaliyan. Pengendara motor tersebut tewas seketika setelah tersambar KA Eksekutif Argo Muria. Diduga, pria nahas itu nekat menerobos palang pintu yang sudah ditutup oleh petugas saat kereta api akan melintas

Peristiwa bermula saat KA Kaligung akan melintas dari arah timur (Stasiun Poncol) menuju ke barat (Stasiun Tegal). Saat itu, petugas pintu perlintasan 5, Yusuf Sudaryanto, langsung menutup palang pintu dari kedua arah. Praktis, semua pengendara motor dan mobil yang melewati Jalan Kokrosono Raya berhenti.

”Begitu ada sinyal kereta api mau melintas di sini, palang pintu langsung saya tutup. Dari utara sama selatan sudah saya tutup semua, sampai saya turun keluar untuk ikut nyetop kendaraan agar tak melintas,” ungkap Yusuf Sudaryanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/7).

Saat itu, korban Yusianto yang mengendarai sepeda motor Honda Megapro bernopol H 5714 GY melaju dari arah utara menuju selatan. Ia berhenti tepat di depan palang pintu. Begitu KA Kaligung melintas, tanpa diduga Yusianto langsung menerobos palang pintu yang masih tertutup. Padahal dari arah barat meluncur cepat KA Argo Muria. ”Saya sudah kasih tahu ada dua kereta api yang lewat, dan palang pintu masih saya tutup,” kata Yusuf.