Permukiman Liar Marak

Kumuh, Jadi Kantong Kemiskinan Baru

1508
PERLU PENATAAN: Perkampungan warga miskin Tambak Lorok Semarang Utara dengan infrastruktur jalan belum diaspal. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERLU PENATAAN: Perkampungan warga miskin Tambak Lorok Semarang Utara dengan infrastruktur jalan belum diaspal. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERLU PENATAAN: Perkampungan warga miskin Tambak Lorok Semarang Utara dengan infrastruktur jalan belum diaspal. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERLU PENATAAN: Perkampungan warga miskin Tambak Lorok Semarang Utara dengan infrastruktur jalan belum diaspal. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Upaya Pemkot Semarang mengurangi angka kemiskinan patut dipertanyakan. Sebab, kantong-kantong warga miskin kini semakin bertambah seiring dengan maraknya permukiman liar. Keberadaan permukiman liar tersebut juga menciptakan kekumuhan hingga mengganggu keindahan kota.

Di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur, tepatnya di Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, misalnya. Di sana, terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang menghuni rumah secara liar. Ironisnya, tidak sedikit rumah warga dibangun secara permanen. Juga di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur di wilayah Kampung Kimar, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari.

Kantong warga miskin dan kumuh juga tampak di kawasan Tambak Lorok dan Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, serta Kemijen, Semarang Timur. Selain itu, juga di sudut Jalan Barito, dekat Jembatan Banjir Kanal Timur, Kelurahan Karang Tempel, serta di Kampung Pandean Lamper RT 8 RW VI Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan.

Di Pandean Lamper RT 8 RW VI, warga miskin menghuni di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur dan di sekitar kantor Djarum dan eks SMK PL Tarcisius.

Ketua RT 8 RW VI Pandean Lamper, Harsono, mengatakan, jumlah warga di RT yang dipimpinnya mencapai 150 kepala keluarga (KK). Jumlah itu belum termasuk warga yang hanya tinggal sementara atau kontrak di daerahnya. Diakui, jumlah warga di RT-nya memang sudah overload. Sebab, biasanya satu RT rata-rata hanya terdiri atas 50 KK.