JAM SEKOLAH: Siswa SD di salah satu sekolah di Klaten mengikuti ujian akhir sekolah. (ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)
JAM SEKOLAH: Siswa SD di salah satu sekolah di Klaten mengikuti ujian akhir sekolah. (ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)
JAM SEKOLAH: Siswa SD di salah satu sekolah di Klaten mengikuti ujian akhir sekolah. (ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)

KLATEN – Polemik waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) di berbagai jenjang sekolah di Klaten akhirnya telah memasuki ketok palu. Dipastikan pada tahun ajaran baru 2016/2017, Klaten kembali mengefektifkan enam hari sekolah setelah sebelumnya menerapkan lima hari sekolah. Hal itu langsung diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Klaten Pantoro, kemarin (15/7).

”Kalau ada pro dan kontra saya kira itu wajar terkait waktu penerapan lima atau enam hari sekolah. Tetapi berdasarkan hasil evaluasi dengan DPRD akhirnya disepakati kembali ke enam hari sekolah,” terangnya. Desakan kembali ke enam hari sekolah muncul dari kalangan legislator kepada dispendik.

Hal itu terungkap dalam rekomendasi di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kabupaten Klaten Tahun 2015 dari Komisi IV DPRD Klaten pertengahan Mei lalu. Pengembalian ke enam hari sekolah salah satunya lantaran ada komplaian dan masukan dari guru, orang tua, dan pemerhati pendidikan serta siswa.

Evaluasi tersebut, penerapan lima hari kerja selama tahun ajaran sekolah sebelumnya terungkap. Yakni, bagi yang menghendaki lima hari sekolah membuat waktu libur anak lebih panjang. Pasalnya, setelah siswa menjalani KBM selama lima hari dapat memanfaatkan waktu pada Sabtu untuk ekstrakurikuler maupun kegiatan lain bersama keluarga.