NGALAP BERKAH: Puluhan ribu warga berdesak-desakan melakukan ziarah ke makam Auliya Bukit Jabal, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGALAP BERKAH: Puluhan ribu warga berdesak-desakan melakukan ziarah ke makam Auliya Bukit Jabal, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGALAP BERKAH: Puluhan ribu warga berdesak-desakan melakukan ziarah ke makam Auliya Bukit Jabal, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGALAP BERKAH: Puluhan ribu warga berdesak-desakan melakukan ziarah ke makam Auliya Bukit Jabal, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL–Ribuan warga dari berbagai daerah memadati Bukit Jabal Kaliwungu. Mereka berduyun-duyun melalukan tradisi syawalan yakni dengan menziarahi makam para wali di komplek makam Auliya Bukit Jabal, Kaliwungu, kemarin.

Kedatangan ribuan peziarah untuk mendoakan bersama para wali dan ulama di Kaliwungu. Selain itu memohon berkah bisa dan dapat meneladani ilmu serta sikap bijak para wali menyebarkan luaskan Islam di pantura.

Tradisi syawalan di komplek makam Auliya ini sudah rutin digelar tiap tahunnya setiap paska Lebaran Idul Fitri. Beberapa makam yang jadi jujugkan peziarah yakni KH Asy’ari atau Kiai Guru, Sunan Katong, Wali Musyafa’, Eyang Pakuwojo dan Pangeran Juminah, Pangeran Puger dan Kyai Mandurejo.

Warga bahkan rela berjalan kaki satu kilometer menaiki bukit untuk menuju komplek makam Auliya Bukit Jabal. “Sudah rutin setiap tahun selalu berziarah ke makam Kyai Guru dan Sunan Katong. Ya mendoakan dan beraharap mendapat berkah dan bisa mendekatkan diri dengan sang pencipta,” ujar Ahmad Torik, 36, warga Kendal.