Meski Dibayar Minimal, Tetap Tampil Maksimal

Melongok Komunitas Penari Ratoh Jaroe Khas Aceh di Semarang

374
KHAS ACEH: Para penari Ratoh Jaroe berfoto bersama usai tampil. (ISTIMEWA)
KHAS ACEH: Para penari Ratoh Jaroe berfoto bersama usai tampil. (ISTIMEWA)
KHAS ACEH: Para penari Ratoh Jaroe berfoto bersama usai tampil. (ISTIMEWA)
KHAS ACEH: Para penari Ratoh Jaroe berfoto bersama usai tampil. (ISTIMEWA)

Komunitas Penari Ratoh Jaroe kerap tampil di sejumlah acara seminar, pernikahan maupun acara besar lainnya. Anggota komunitas ini bahkan sudah beberapa kali menjuarai perlombaan, baik tingkat nasional maupun internasional. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

TARI Ratoh Jaroe merupakan tarian khas Provinsi Daerah Istimewa Aceh yang dilakukan oleh beberapa orang wanita dengan diiringi irama musik Islam. Kebanyakan orang luar Aceh mengenal tarian ini dengan nama Tari Saman.

M. Rizki Asyari, mahasiswa Universitas Diponegoro asal Aceh berusaha memopulerkan tarian ini di Semarang. Ia yang memang sedari dulu menggandrungi Tari Saman, saat ini terjun ke beberapa komunitas tarian Aceh di Semarang untuk membuat tarian ini kian eksis di Kota Lunpia.

”Kalau Tari Saman itu yang menari laki-laki dan lebih energik, tapi kalau yang menari perempuan, memang aslinya perempuan, itu namanya Tari Ratoh Jaroe. Tapi orang-orang lebih mengenal dengan nama Tari Saman. Memang mirip karena di tarian ini duduknya sama-sama berbanjar, tapi secara keseluruhan itu beda,” jelas Rizki kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Untuk membuat tarian ini dikenal oleh masyarakat luas, ia dan kawan-kawan selalu berusaha untuk tampil dalam setiap acara. Seperti acara seminar, pernikahan, dan bahkan mengikuti beberapa kompetisi atau perlombaan baik tingkat lokal, nasional, hingga internasional.