HARI PERTAMA KERJA: Salah seorang terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, setelah libur Lebaran. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
HARI PERTAMA KERJA: Salah seorang terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, setelah libur Lebaran. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
HARI PERTAMA KERJA: Salah seorang terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, setelah libur Lebaran. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
HARI PERTAMA KERJA: Salah seorang terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, setelah libur Lebaran. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Memasuki hari pertama kerja usai libur Lebaran Idul Fitri 2016, Pengadilan Tipikor Semarang tanpa menunda jadwal langsung melangsungkan sidang empat perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) di empat kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Senin (11/7) kemarin.

Adapun empat kasus korupsi tersebut, yang kali pertama disidangkan adalah perkara korupsi Kabupaten Pati, dengan terdakwa Okta Pariyanto, seorang tenaga gudang, yang terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan ketahanan pangan, dengan agenda pemeriksaan ahli.

Dilanjut sidang kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tahun 2011-2013, Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, yang menjerat Kepala Desa Jeruk nonaktif, Juminem binti Yoso Suwarno, dengan agenda putusan.

Untuk yang ketiga adalah sidang kasus dugaan korupsi proyek bedah rumah pada 2014 di Desa Tanjunganom, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, yang menjerat terdakwa mantan Kepala Desa Tanjunganom, Eko Yuwono bin Muhidin, dengan agenda pemeriksaan saksi.