Mengenai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Taman Safari Jateng, Peni masih optimistis bisa dilakukan sesuai rencana, yaitu awal 2017. Sementara penyusunan amdal Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan, serta DED pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2016.

Sebelumnya sejumlah investor berminat mendirikan Jateng Park di kawasan tersebut, namun mereka terbentur dengan perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), karena lahan di kawasan itu sebagian besar miliknya Perum Perhutani.

Kondisi itu mengakibatkan rencana Pemprov Jateng mewujudkan kawasan wisata tersebut tertunda hingga beberapa tahun terakhir. Meski proyek wisata sudah ditawarkan kepada investor sejak 2010.

Investasi pembangunan Jateng Park mengalami perubahan dari semula direncanakan sebesar Rp 2 triliun akan membengkak menjadi Rp 3 triliun. Sebab ada pembangunan jalan simpang susun dan jalan masuk berikut lampu penerangan. (amh/ric/ce1)