SEMARANG – Proyek pembangunan Jateng Park tergolong lamban. Pembangunan fisik yang awalnya direncanakan selesai pada 2016, terancam molor. Sebab hingga saat ini, penyusunan bussiness plan yang digunakan untuk menggaet investor belum dilakukan.

Kepala Biro Bina Produksi Setda Jateng, Peni Rahayu menjelaskan, penggarapan teknis kawasan wisata di Penggaron tersebut sudah dipasrahkan ke PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT). ”Pemprov menunjuk PT SPJT, sementara Perum Perhutani menunjuk PT Palawi yang merupakan anak perusahaannya yang bergerak di bidang pariwisata,” ucapnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Kedua belah pihak tersebut lanjut Peni, sudah sepakat memberikan modal sebesar Rp 40 miliar. Sebanyak 59 persen dari Perum Perhutani, sisanya Pemprov Jateng. Saat ini, modal awal yang disetor baru 25 persen atau Rp 10 miliar. Modal awal ini tidak dialokasikan untuk pembangunan fisik, tapi kegiatan awal seperti pembuatan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Dijelaskannya, pembangunan Jateng Park masih tahap penyelesaian rencana bisnis yang disusun Universitas Diponegoro (Undip) agar lebih terperinci dari rencana induk pada tahap awal. ”Kalau masterplan yang digarap ITB, sudah tuntas. Sekarang tinggal bussiness plan. Seharusnya sudah jadi Juni kemarin. Tapi karena alasan bulan puasa, akhirnya molor sebulan. Semoga akhir Juli ini sudah jadi,” bebernya.

Peni mengaku tengah mendesak Undip untuk segera menyelesaikan bussiness plan. Karena dokumen tersebut yang digunakan untuk segera mencari investor. ”Untuk menentukan siapa investor yang paling tepat, nanti akan ditetapkan melalui beauty contest,” katanya.