68 Balita Derita Gizi Buruk

355
ASUPAN GIZI : Sebanyak 22 balita menerima bantuan asupan gizi dari Program Khusus Penyelamatan Balita Bawah Garis Merah, di Puskesmas II Kedungwuni, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD HADIYAN/RADAR PEKALONGAN/JPG)
ASUPAN GIZI : Sebanyak 22 balita menerima bantuan asupan gizi dari Program Khusus Penyelamatan Balita Bawah Garis Merah, di Puskesmas II Kedungwuni, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD HADIYAN/RADAR PEKALONGAN/JPG)
ASUPAN GIZI : Sebanyak 22 balita menerima bantuan asupan gizi dari Program Khusus Penyelamatan Balita Bawah Garis Merah, di Puskesmas II Kedungwuni, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD HADIYAN/RADAR PEKALONGAN/JPG)
ASUPAN GIZI : Sebanyak 22 balita menerima bantuan asupan gizi dari Program Khusus Penyelamatan Balita Bawah Garis Merah, di Puskesmas II Kedungwuni, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD HADIYAN/RADAR PEKALONGAN/JPG)

KAJEN-Sebanyak 68 balita di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, masuk kategori gizi di bawah garis merah atau gizi buruk. Melalui gerakan bersama selamatkan balita bawah garis merah, Pemerintah Kecamatan Kedungwuni memberikan bantuan asupan gizi kepada para balita tersebut. Bantuan berupa susu, biskuit dan beberapa makanan bergizi ini berasal dari para donatur yang peduli dengan program penyelamatan balita di bawah garis merah (BGM).

Camat Kedungwuni, Bambang Dwi Yuswanto, mengatakan, jumlah balita BGM seperti fenomena gunung es. Sebelumnya yang tercatat balita di bawah garis merah di Kedungwuni hanya 39 anak. Namun, setelah kembali disisir, jumlah tersebut membengkak hingga 68 balita. Bahkan, lanjut dia, masih ada kemungkinan balita bergizi buruk yang luput dari pantauan.

“Jika ada lagi, kita nanti akan mengakomodir. Bantuan ini berasal dari masyarakat yang peduli dengan program penyelamatan balita BGM. Kami telah membentuk Tim Unit Khusus Penyelamatan Balita Bawah Garis Merah (UKPBM) dan melibatkan MUSPIKA untuk program ini,” jelas Bambang di sela-sela acara pemberian bantuan kepada 22 balita di Puskesmas II Kedungwuni.

Dijelaskan, tujuan program tersebut yakni untuk menyelamatkan balita yang merupakan generasi penerus bangsa. Karena asupan gizi yang tidak baik, tidak hanya mengakibatkan berat badan tidak sesuai, namun juga berpengaruh terhadap perkembangan intelektual dan psikologis anak. Kekurangan gizi juga berpengaruh terhadap kerentanan anak terhadap penyakit.