Dansa Berlatih di Singapura

557
DIUNGGULKAN: Pasangan Nadia Lutvina dan Frans Satya Wijaya, menjadi andalan dansa Jateng di PON 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIUNGGULKAN: Pasangan Nadia Lutvina dan Frans Satya Wijaya, menjadi andalan dansa Jateng di PON 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIUNGGULKAN: Pasangan Nadia Lutvina dan Frans Satya Wijaya, menjadi andalan dansa Jateng di PON 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIUNGGULKAN: Pasangan Nadia Lutvina dan Frans Satya Wijaya, menjadi andalan dansa Jateng di PON 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim dansa PON XIX Jateng terus mematangkan persiapan menghadapi PON XIX Jabar 2016, September mendatang. Atlet dansa Jateng akan mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional untuk menambah jam terbang. Saat ini para atlet dansa Jateng tengah berlatih di Singapura pada 5-11 Juli.

”Kami tetap berusaha menjalankan program latihan meski serba terbatas karena dana bantuan belum juga cair. Anak-anak tetap semangat berlatih meski serba terbatas. Mereka tetap mengikuti kejuaraan untuk menambah jam terbang dan mematangkan routine (gerakan utama) yang dirancang,” tutur Sekretaris Umum Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Jateng Evie Liana Dewi, kemarin.

Selama di Singapura akan menimba ilmu dari pelatih asal Rusia. Usai dari Negeri Singa, pedansa Jateng yakni Nadia Lutvina, Frans Satya Wijaya, Jean Karen, dan Lee Irvan akan mengikuti dance camp di Lombok, NTB, 14-15 Juli. Lalu pada 17 Juli akan mengikuti Kejurnas Dansa di kota tersebut. ”Lalu anak-anak kembali terbang ke Singapura untuk mengikuti kejuaraan. Kami terus mendorong pedansa agar mengikuti kejuaraan sebanyak mungkin. Irvan, Frans, Nadia, dan Karen merupakan pedansa profesional. Untuk gerakan, mereka telah menyesuaikan satu sama lain. Tinggal memantapkan saja,” tutur Evie.

Jateng pada PON XIX mendatang meloloskan empat pasangan yakni Frans Satya Wijaya/Nadia Lutvina, Lee Irvan Tanama/Jean Karen, Gregorius Adiwijaya/Suci Restywati, dan Yohanes Michael DP/Michelle Fernanda.

Namun, selama ini yang aktif mengikuti kejuaraan hanya dua pasangan yakni Frans Satya Wijaya/Nadia Lutvina dan Lee Irvan Tanama/Jean Karen.”Kami sudah mendorong dua pasangan lain untuk aktif mengikuti lomba. Tapi tidak ada respons selama ini. Kami akan membicarakan hal ini dengan pengurus lainnya,” tandas dia. (bas/smu)