KAJEN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dipastikan akan kekurangan 725 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, ke-725 PNS tersebut dipastikan pindah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Pemerintah Pusat.

“Memang benar, ada 725 PNS yang pindah ke provinsi dan pusat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BPD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Tri Edi Purnomo SH MH, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Diungkapkan Bambang, dari jumlah PNS yang pindah, terbanyak adalah guru yang tergabung di Pendidikan Menengah (Dikmen) SMA, SMK maupun MA. Tercatat, ada 617 yang dialihkan ke Dindik Provinsi. Jumlah itu terdiri atas guru PNS sebanyak 483 orang. Kemudian guru DPK SMA/MA dan SMK swasta sebanyak 35 orang, pengawas ada 6 orang, dan tenaga administrasi/TU sebanyak 93 orang.

PNS lain yang dialihkan ke provinsi yakni pengawas ketenagakerjaan sebanyak 3 PNS, kemudian penyuluh KB/ petugas lapangan KB sebanyak 51 PNS dialihkan ke pusat. Selanjutnya yang dipindah ke provinsi yakni bidang Kehutanan ada 38 PNS yang terdiri atas DPPK sebanyak 19 orang, di luar DPPK 6 orang, dan BKPP sebanyak 13 PNS.

Sementara untuk bidang perikanan sebanyak 9 PNS dialihkan ke pusat. “Untuk Bidang ESDM, 1 PNS dialihkan ke pusat dan 6 orang dialihkan ke Pemprov Jateng,” ungkapnya.

Dijelaskan Bambang, saat ini proses pengalihan 725 PNS ke Pemprov Jateng dan pusat sudah mulai dilakukan secara bertahap. “Mudah-mudahan per tanggal 30 Juli 2016 pengalihan sudah dilakukan,” jelasnya.