Hikmah Pengulangan dalam Al-Qur’an

452

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kyai. Saya menemukan banyak pengulangan dalam Al-Qur’an termasuk pengulangan kisah-kisahnya. Mengapa demikian? Bukankah pengulangan itu mubadzir? Terimakasih atas jawabannya.

Dani di Karanganyar 085641983xxx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Dani yang saya hormati, al-Qur’an bukanlah sebuah kitab ilmiah seperti kitab-kitab lainnya yang dikenal para ilmuwan. Ia adalah kitab dakwah yang turun berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu pengulangan perintah dan larangannya atau kisah-kisahnya menjadi sangat wajar. Bukankan bapak dapat saja mengulang perintah atau kisah yang sama kepada seseorang tertentu, bila bapak mengetahui bahwa dia belum melaksanakannya secara sempurna atau menangkap pesan bapak ? ini kalau benar dugaan bapak bahwa ada pengulangan kisah di dalam al-Qur’an.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Misalnya, kisah Nabi Musa banyak sekali ditemukan dalam berbagai surah al-Qur’an. Jika bapak mengamati redaksinya, bapak pasti menemukan perbedaannya. Dan informasi yang diberikannya pun tidak sepenuhnya sama, terlebih lagi pesan-pesan yang tersirat di dalamnya. Sebab dalam berbagai kisahnya, al-Qur’an ingin menekankan pesan-pesan tertentu. Tidak jarang sebuah kisah mengandung sekian banyak pesan, tetapi tidak dapat ditampung dalam satu redaksi saja. Demikian di antara hikmah pengulangan kisah-kisah dalam al-Qur’an. Demikian atas jawaban saya. Semoga bermanfaat. Amin. (*)