TANGGUL JEBOL : Banjir merendam rel KA di Karangawen. Relawan BPBD memasang tali untuk warga agar tidak hanyut terseret banjir. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANGGUL JEBOL : Banjir merendam rel KA di Karangawen. Relawan BPBD memasang tali untuk warga agar tidak hanyut terseret banjir. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANGGUL JEBOL : Banjir merendam rel KA di Karangawen. Relawan BPBD memasang tali untuk warga agar tidak hanyut terseret banjir. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANGGUL JEBOL : Banjir merendam rel KA di Karangawen. Relawan BPBD memasang tali untuk warga agar tidak hanyut terseret banjir. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Menjelang Lebaran Idul Fitri, warga di beberapa desa di wilayah Demak terganggu dengan adanya banjir. Menyusul jebolnya tanggul Sungai Cabean selebar 15 meter di Desa Bumiharjo dan Bakalrejo, Kecamatan Guntur. Akibatnya, jalan raya alternatif Guntur-Karangawen lumpuh, sebanyak 162 rumah warga di Desa Bakalrejo terendam air berlumpur serta sekitar 800 jiwa mengungsi ke rumah tetangga. Selain itu, banjir juga melumatkan tanaman padi siap panen di wilayah Desa Bumiharjo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, Mahfudz mengungkapkan bahwa banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Cabean karena tidak mampu menahan debit air yang cukup deras dari wilayah selatan Demak. Menurutnya, banjir juga sempat merendam rel kereta api (KA) jurusan Semarang-Surabaya yang melintasi Karangawen, termasuk Jalan Raya Demak-Grobogan juga kebanjiran.

Meluapnya Sungai Dolog juga membuat Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung terdampak banjir. “Kalau di Pilangsari ini air melimpas,” katanya.

Banjir juga melanda Desa Waru, Kecamatan Mranggen. Jalan Raya Onggorawe-Mranggen ikut terendam air. Kepala Pelaksana BPBD Demak, Anjar Gunadi menambahkan, pihaknya menerjunkan semua petugas dan relawan untuk membantu korban banjir, termasuk mendirikan dapur umum bersama PMI. “Banjir terjadi akibat tanggul sungai jebol,” katanya.

Kemarin, Bupati Demak HM Natsir bersama Sekda dr Singgih Setyono dan para relawan PMI Demak langsung menuju lokasi banjir, termasuk di Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur.

Relawan PMI, Misbakhul Munir mengungkapkan, tanggul jebol di Desa Bakalrejo membuat warga mengungsi. “Kita dirikan dapur umum untuk menyiapkan menu buka puasa dan sahur untuk 2 ribu warga yang terkena dampak banjir,” katanya. (hib/ida)