Salatiga Diyakini Bebas Vaksin Palsu
Salatiga Diyakini Bebas Vaksin Palsu

SALATIGA – Kabar mengenai vaksin palsu yang beredar di masyarakat membuat orang tua yang memiliki balita di Salatiga khawatir. Namun hal itu ditepis oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga yang menandaskan jika vaksin untuk bayi yang wajib, diyakini aman dari pemalsuan.

“Kalau vaksin untuk bayi yang wajib dari sejak lahir, Insya Allah aman. Hal itu karena kita mengetahui alur pasokan vaksin,” jelas Kepala DKK Salatiga dr Sovie Haryanti Sovie.

Alur pasokan vaksin wajib, lanjut Sovie, selama ini puskesmas mendapatkan pasokan vaksin dari Dinkes Provinsi Jateng dan pabrikan seperti Biofarma. Sehingga kecil kemungkinan ada vaksin wajib yang palsu. “Selama ini juga, untuk dokter praktik maupun RS swasta masih mengambil vaksin bayi wajib dari puskesmas,” jelas perempuan yang akrab dengan wartawan tersebut.

Lebih jauh, ia menjelaskan jika DKK sedang berkoordinasi dengan Balai POM Semarang untuk bersama – sama mengecek ke lapangan, terutama RS swasta. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tapi yang akan kita cari adalah imunisasi tambahan, misal MMR. Vaksin imunisasi tambahan biasanya di puskesmas tidak tersedia, dan biasanya untuk RS swasta membeli sendiri. Itu yang akan kami cek,” jelas Sovie.

Sementara terpisah, Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kepada dinas terkait untuk memeriksa dan menjaga rasa aman serta nyaman bagi masyarakat, utamanya orang tua balita. “Kami sudah meminta DKK untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Namun kami yakin jika persediaan milik RSUD atau puskesmas di Salatiga aman,” jelas Yuliyanto.

Sebagaimana telah diberitakan, Mabes Polri dan Kementerian Kesehatan menemukan adanya vaksin palsu bagi imunisasi anak – anak. Belasan orang yang terdiri dari produsen dan distributor telah diamankan. Diketahui, sudah banyak vaksin palsu yang beredar di masyarakat. (sas/ton)