BUKTI: Kabid Pendaftaran Dispendukcapil Sri Hartanto menunjukkan e-KTP yang rusak. (RADAR SOLO)
BUKTI: Kabid Pendaftaran Dispendukcapil Sri Hartanto menunjukkan e-KTP yang rusak. (RADAR SOLO)
BUKTI: Kabid Pendaftaran Dispendukcapil Sri Hartanto menunjukkan e-KTP yang rusak. (RADAR SOLO)
BUKTI: Kabid Pendaftaran Dispendukcapil Sri Hartanto menunjukkan e-KTP yang rusak. (RADAR SOLO)

KOTA – Sejak 2015 banyak warga yang sudah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) harus berurusan dengan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Penyebabnya e-KTP yang dimiliki ada yang rusak dan hilang.

Hingga saat ini total e-KTP yang ditukar masyarakat mencapai 2000 keping. Rata-rata kerusakan e-KTP tersebut diakibatkan dari kelalaian masyarakat dalam menyimpan kartu identitas.

“Sebenarnya bisa langsung dilakukan penggantian dengan syarat harus menyertakan e-KTP yang rusak sebagai bukti. Tetapi kalau hilang maka harus menyertakan surat kehilangan dari kepolisian. Jika tidak memenuhi persyaratan, kami tidak dapat memproses pembuatan e-KTP baru,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Dispendukcapil Klaten, Sri Hartanto.

Dia mencontohkan, kerusakan e-KTP seperti melengkung, penyebabnya karena ditaruh di tempat yang panas. Ada juga data pada e-KTP yang hilang karena secara tidak sengaja masuk dalam mesin cuci. Kemudian patah akibat disimpan di dalam dompet dan diletakkan di saku belakang.

“Setiapa ada laporan e-KTP rusak maupun hilang akan kami buatkan berita acara sebagai laporan ke pusat. Kalau terkait data jumlah e-KTP yang hilang kami belum mengetahui pastinya. Tapi saya minta masyarakat bisa merawat e-KTP karena digunakan seumur hidup,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Klaten, Widya Sutrisna, menjelaskan kerusakan e-KTP bisa juga terjadi saat proses pencetakan kartu sendiri. Misalnya saja saat mencetak kerusakan pada chip sehingga tidak terbaca.

“Jika memang kerusakan sejak awal silahkan langsung melapor pada petugas, maka secepatnya akan langsung diganti,” imbuhnya. (ren/oh/ap/jpg)