Amankan Arus Mudik 14 Sniper Diturunkan

374
SIAGA: Bupati Klaten Sri Hartini didampingi Kapolres AKBP Faisal dan muspida mengecek kelengkapan senjata personel yang akan bertugas di Pospam Lebaran 2016.(RADAR KUDUS)
SIAGA: Bupati Klaten Sri Hartini didampingi Kapolres AKBP Faisal dan muspida mengecek kelengkapan senjata personel yang akan bertugas di Pospam Lebaran 2016.(RADAR KUDUS)
SIAGA: Bupati Klaten Sri Hartini didampingi Kapolres AKBP Faisal dan muspida mengecek kelengkapan senjata personel yang akan bertugas di Pospam Lebaran 2016.(RADAR SOLO)
SIAGA: Bupati Klaten Sri Hartini didampingi Kapolres AKBP Faisal dan muspida mengecek kelengkapan senjata personel yang akan bertugas di Pospam Lebaran 2016.(RADAR SOLO)

PRAMBANAN – Polres Klaten tidak ingin kecolongan dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2016. Untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman, berbagai upaya dilakukan termasuk menerjunkan sniper selama arus mudik Lebaran.

Ada 14 sniper yang ditempatkan di tujuh pos pengamanan (Pospam). Adapun titik pos pospam mulai dari Prambanan, Kraguman, Tegalyoso, Alun-alun, Masjid Agung Al Aqsha, Terminal Ir. Soekarno dan Karang, Delanggu.

“Kami tidak hanya menerjunkan anggota berseragam dinas. Namun personel dengan pakaian preman dari Satreskrim Polres Klaten juga kami siagakan,” ujar Kapolres Klaten AKBP Faizal.

Faizal menjelaskan, penempatan 14 personel sniper bertujuan untuk melindungi masyarakat sekaligus anggota polisi yang sedang bertugas. Termasuk mengantisipasi sejak dini terjadinya tindak kejahatan yang mungkin bisa terjadi.

Jika terdapat tindak kejahatan yang melawan petugas kepolisian maka akan dilakukan tindakan secara tegas. Potensi tindak kejahatan pada masyarakat seperti perampasan, pencurian dan pencurian dengan kekerasan. Jika sampai terjadi akan dilakukan tindakan secara tegas secara struktur sesuai proptap yang berlaku.

“Selain menempatkan 14 sniper kami juga menerjunkan 600 personel yang disebar di berbagai titik. Seperti tempat keramaian stasiun kereta api (KA), jalan raya, terminal dan sejumlah tempar wisata ,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pengamanan selama arus mudik dan lebaran yang dikemas dalam Operasi Ramadhiy. Dilaksanakan pada 30 Juni – 15 Juli 2016. Diharapkan operasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan sinergis sehingga tercipta suasana keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Mudik merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun. Ada peningkatan arus pergerakan orang dan transaksi barang sehingga diperlukan pengamanan untuk mengatasi permasalahan Kamtibmas,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) jumlah pemudik nasional tahun lalu mencapi 17.6 juta baik yang menggunakan jalur darat, udara, dan laut. Pemudik yang menggunakan mobil pribadi sekitar 2,4 juta sedangkan motor 5,6 juta. Puncak arus mudik dan balik H-4 dan H-3.

“Himbauan kami agar pemudik selalu mentaati peraturan lalu-lintas, memeriksa kelengkapan serta mengecek armada sebelum melakukan perjalanan. Hati- hati di jalan karena keluarga menanti dirumah,” ucapnya.(ren/oh/ap/jpg)