DARIPADA BERMASALAH: Orang tua siswa MAN 1 Semarang menerima pengembalian uang sumbangan peserta didik baru, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
DARIPADA BERMASALAH: Orang tua siswa MAN 1 Semarang menerima pengembalian uang sumbangan peserta didik baru, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
DARIPADA BERMASALAH: Orang tua siswa MAN 1 Semarang menerima pengembalian uang sumbangan peserta didik baru, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
DARIPADA BERMASALAH: Orang tua siswa MAN 1 Semarang menerima pengembalian uang sumbangan peserta didik baru, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Setelah didatangi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Semarang akhirnya mengembalikan uang pungutan dari orang tua siswa baru yang sudah telanjur ditarik, Rabu (29/6) kemarin. Uang yang dikembalikan mencapai Rp 400 juta. Pengembalian ini merupakan buntut dari kesalahan prosedur yang dilakukan pihak sekolah dalam penarikan uang sumbangan tersebut.

Sebelumnya, pihak sekolah telah menarik sejumlah uang saat wawancara dengan orang tua calon peserta didik sebelum dinyatakan diterima oleh pihak sekolah. Uang yang ditarik dari 484 siswa baru ini besarnya bervariasi.

Ketua komite sekolah, Baedlowi, mengatakan, pengembalian uang sumbangan tersebut merupakan pelaksanaan dari usulan dan saran Ombudsman RI Perwakilan Jateng, karena adanya ketidaksesuaian penarikan sumbangan dengan surat keputusan Dirjen Pendidikan Islam. Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa niat awal dari penarikan sumbangan tersebut semata-mata untuk pengembangan sekolah.

”Niat kami baik, semata-mata untuk pengembangan sekolah. Namun ternyata secara administrasi itu ada kesalahan. Stempel yang harusnya menggunakan stempel komite, kemarin kami salah menggunakan stempel sekolah,” ujar Baedlowi.

Dikatakan, uang yang dikembalikan tersebut nantinya oleh orang tua akan disumbangkan lagi kepada pihak sekolah sesuai kemampuan mereka. Tentunya sumbangan dilakukan dengan keikhlasan orang tua siswa karena tidak ada kisaran berapa mereka harus menyumbang.