Mirna Larang Mobil Dinas untuk Mudik

251
Mirna Annisa (DOK/RADAR SEMARANG)
Mirna Annisa (DOK/RADAR SEMARANG)

KENDAL-Bupati Kendal, Mirna Annisa melarang keras para aparatur sipil negara (ASN) di Kendal mudik menggunakan kendaraan dinas. Hal itu lantaran telah ada larangan menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi.

“Mobil dinas itu fasilitas yang disediakan negara untuk keperluan dinas atau pekerjaan. Sedangkan mudik itu jelas keperluan pribadi. Jadi, tidak bisa menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi,” kata Mirna, Rabu (29/6) kemarin.

Jika masih ada ASN atau PNS yang nekad menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan mudik, maka dirinya tidak akan segan memberikan sanksi bagi pelakunya. “Sanksi yang akan diberikan berupa sanksi administratif, mulai dari pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga penurunan jabatan,” jelasnya.

Tindakan tersebut diambil, sebagai tindak lanjut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melarang pengunaan kendaraan dinas untuk mudik. Selain memang mudik adalah kegiatan di luar kedinasan, hal ini sebagai bentuk penghematan anggaran. Tujuannya agar ASN tertib dalam mengunakan fasilitas negara.

“Sesuai imbauan dari KPK, tidak boleh pegawai negeri menggunakan kendaraan dinas untuk kegiatan di luar kedinasan. Kami berusaha untuk tertib dalam menindaklanjuti imbauan tersebut,” ujarnya.

Kendaraan dinas selama libur atau cuti bersama Lebaran harus tetap stay di masing-masing kantor dinas atau diparkirkan di tempat parkir (pool) kendaraan Kantor Bupati Kendal.

Sekda Kendal, Bambang Dwiyono mengatakan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti kebijakan Bupati terkait larangan mudik menggunakan kendaraan dinas tersebut.

Dikatakan, beberapa tahun sebelumnya, penggunaan kendaraan dinas untuk mudik masih diizinkan. Hanya saja, semua kebutuhan seperti BBM, perawatan maupun penggantian onderdil saat terjadi kerusakan, ditanggung oleh penggunanya.

“Namun karena saat ini ada kebijakan Bupati, terkait larangan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik, maka segera kami tindaklanjuti,” paparnya. (bud/ida)