MULAI MENINGKAT: Ratusan pemudik saat turun dari KA Tawang Jaya di Stasiun Semarang Poncol, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MULAI MENINGKAT: Ratusan pemudik saat turun dari KA Tawang Jaya di Stasiun Semarang Poncol, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MULAI MENINGKAT: Ratusan pemudik saat turun dari KA Tawang Jaya di Stasiun Semarang Poncol, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MULAI MENINGKAT: Ratusan pemudik saat turun dari KA Tawang Jaya di Stasiun Semarang Poncol, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Memasuki H-7 Lebaran, jumlah pemudik yang turun di Stasiun Poncol Semarang mengalami peningkatan. Kemarin sekitar pukul 06.35, ratusan pemudik tiba di stasiun tersebut dengan menumpang KA Tawang Jaya reguler jurusan Stasiun Senen-Stasiun Poncol.

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IV Semarang, Gatut Sutiyatmoko, mengatakan, hingga H-7 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang dari Jakarta mencapai 15 ribu hingga 16 ribu orang. ”Sedangkan penumpang yang naik untuk jurusan Semarang-Surabaya masih landai, dan belum ada peningkatan,” katanya.

Untuk kereta tambahan yang disediakan oleh PT KAI pada musim Lebaran tahun ini, yakni Argo Sindoro dan Argo Muria, sampai saat ini masih banyak yang kosong. Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran atau Minggu (3/7) mendatang. Sedangkan untuk arus balik akan mengalami puncaknya pada H+1 hingga H+6 Lebaran.

Salah seorang penumpang KA, Aisyah, 35, mengaku, hendak berlebaran di Solo. Pada Lebaran tahun lalu, ia bisa berkumpul dengan keluarga besarnya tetapi waktunya terbatas karena harus kembali kerja.

”Tapi untuk Lebaran tahun ini liburnya cukup panjang, sehingga bisa puas bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman,” katanya.

Penumpang lainnya, Rio Fery Darmawan, 24, warga Slawi, Tegal, memilih mudik Rabu (29/6) kemarin, karena kalau H-3 takut tidak mendapat tiket. ”Cari tiket kereta api pada H-3 atau H-2 selain mahal, juga belum tentu dapat tiketnya,” katanya.