SIDAK : Tim gabungan dari Pemkab Semarang dan Polres Semarang saat melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Tim gabungan dari Pemkab Semarang dan Polres Semarang saat melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Tim gabungan dari Pemkab Semarang dan Polres Semarang saat melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Tim gabungan dari Pemkab Semarang dan Polres Semarang saat melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Tim gabungan Pemkab Semarang dan Polres Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Semarang, Rabu (29/6) kemarin. Dalam kegiatan pengecekan harga, ketersediaan dan kualitas bahan pangan tersebut, tim menemukan penjualan kembang api di dalam pasar dan penjualan sembako bercampur dengan daging.

Melihat hal tersebut, sontak pedagang tersebut ditegur oleh salahsatu tim sidak. “Tolong jangan berjualan kembang api di dalam (pasar). Apalagi di sini panas bisa membahayakan,” tutur Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, Imum kepada pedagang kembang api di Pasar Bandarjo Ungaran.

Sidak tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Semarang Mundjirin, diikuti Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hardmiarso dan Wakil Bupati (Wabup) Semarang Ngesti Nugraha. Selain di Pasar Bandarjo, para pejabat melakukan pemantauan dan pengecekan di Pasar Suruh, Pasar Projo Ambarawa dan Pasar Karangjati.

Temuan penjualan kembang api maupun daging di los sembako tersebut langsung direspon oleh Kapolres Thirdy. “Kami harapkan tidak ada yang seperti itu (jualan kembang api di dalam pasar, red). Termasuk tadi daging yang dicampur dengan sembako, ini tidak boleh. Harus ada pembinaan dari SKPD terkait,” tutur Thirdy.

Sementara di Pasar Suruh, Bupati Mundjirin meminta pedagang tidak memanfaatkan momentum Lebaran dengan menaikkan harga seenaknya. Jika memang ada kenaikan harga, sebaiknya dilakukan wajar, tidak mengeruk keuntungan berlebihan.