Harga Daging Tembus Rp 120 Ribu/Kg

249
SIDAK : Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, saat melakukan sidak daging di Pasar Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, saat melakukan sidak daging di Pasar Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, saat melakukan sidak daging di Pasar Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, saat melakukan sidak daging di Pasar Wiradesa, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sepekan menjelang hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, harga daging sapi pada pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan melonjak hingga Rp 120 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya, harga daging sapi tersebut masih Rp 95 ribu/kg.

Naiknya harga daging sapi lebih didominasi banyaknya permintaan menjelang Lebaran. Seperti harga daging sapi di Pasar Kedungwuni, Kajen dan Wiradesa, dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan hingga tiga kali. Mulai dari harga Rp 110 ribu, Rp 115 ribu hingga Selasa (28/6) kemarin, sudah mencapai Rp 120 ribu per kilogramnya.

Diduga kenaikan tersebut dipicu adanya isu beredarnya daging glonggongan di daerah lain yang mulai masuk Kabupaten Pekalongan. Untuk memastikan isu tersebut, Selasa (28/6) kemarin, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pekalongan, melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke pasar tradisional, untuk memantau langsung kondisi daging di pasaran. Yakni, di Pasar Kedungwuni, Kajen dan Wiradesa.

Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, mengungkapkan bahwa sidak ke pasar tradisional, untuk mengontrol peredaran daging yang tak layak tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan daging glonggongan.