PIKIR-PIKIR: Terdakwa Novel Al Bakrie memberikan keterangan usai divonis 4 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
PIKIR-PIKIR: Terdakwa Novel Al Bakrie memberikan keterangan usai divonis 4 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
PIKIR-PIKIR: Terdakwa Novel Al Bakrie memberikan keterangan usai divonis 4 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
PIKIR-PIKIR: Terdakwa Novel Al Bakrie memberikan keterangan usai divonis 4 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Pengacara kondang Novel Al Bakrie divonis penjara 4 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang atas kasus penganiayaan. Usai divonis, dia menuntut tindak lanjut dari pelaporan balik terhadap anak Ketua PN Cilacap Sri Widodo, Rendhi Widodo Putera.

Hal itu disampaikan Novel menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim, Selasa (28/6). Ia menyatakan, sudah melaporkan kembali Rendhi Widodo Putera atas tuduhan perusakan dan penghinaan kepada istrinya. ”Saya sudah laporkan balik Rendhi ke kepolisian. Apalagi Rendhi juga advokat dan ayahnya hakim. Bagaimanapun buah fitnah ini harus terungkap,” kata Novel.

Terkait putusan itu, Novel masih menyatakan pikir-pikir. Ia akan terlebih dahulu bermusyawarah dengan pihak keluarga dan tim kuasa hukumnya apakah akan menerima atau menyatakan banding.

Ia juga menilai penggunaan, pasal 351 KUHP kurang tepat. Menurutnya, putusan ini tidak sesuai fakta persidangan maupun kejadian yang sebenarnya. ”Tapi mau bagaimana lagi, awalnya ingin Lebaran di rumah, tapi karena putusan 4 bulan penjara, terpaksa ‎harus di dalam lapas. Itu cukup berat, tapi harus saya jalani,” tandasnya.

Sementara itu, dalam amar putusan yang dipimpin majelis hakim Antonius Widjantono tersebut, menyatakan Novel bersalah melakukan pemukulan terhadap Rendhi Widodo Putera. Majelis juga menyatakan, Novel terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP, sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Semarang.

Atas vonis tersebut, JPU dari Kejari Semarang, Yossi Budi Santoso menyatakan pikir-pikir untuk koordinasi dengan pimpinannya. Sedangkan kuasa hukum Novel, Nicholas Reidi juga menyatakan pikir-pikir. (jks/ric/ce1)