DIJAMIN VAKSIN ASLI: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Semarang di Miroto, kemarin.
DIJAMIN VAKSIN ASLI: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Semarang di Miroto, kemarin.
DIJAMIN VAKSIN ASLI: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat  meninjau Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Semarang di Miroto, kemarin.
DIJAMIN VAKSIN ASLI: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Semarang di Miroto, kemarin.

SEMARANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menemukan vaksin yang diduga palsu. Vaksin jenis BCG (Bacillus Calmette Guerin) itu ditemukan di dua klinik swasta di Kota Semarang saat dilakukan penelusuran, Selasa (28/6) kemarin.

Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati, menjelaskan, kedua vaksin tersebut belum bisa divonis palsu karena belum melewati uji laboratorium. ”Ini baru dugaan karena kemasan vaksin tersebut tidak disertai nomor izin edar dan tanggal kedaluwarsanya. Kami patut curiga karena dari penyalurannya tidak dilengkapi surat-surat resmi,” katanya.

Vaksin tersebut, lanjut Endang, rencananya akan dikirim ke BPOM pusat untuk dilakukan uji laboratorium untuk melihat komposisinya. Jika ternyata benar-benar palsu, pihaknya akan merekomendasikan ke pihak pemberi izin agar sarana kesehatan tersebut diberikan sanksi.

Dijelaskannya, BPOM Semarang telah menelusuri rumah sakit dan klinik swasta di Semarang sejak Senin (27/6) kemarin. Selama dua hari, tim yang disebar sudah mengecek 17 sarana medis. Rencananya, penelusuran ini akan terus dilanjutkan hingga seluruh pelayanan medis di Semarang dan sekitarnya dinyatakan aman.

”Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk menelusuri keberadaan vaksin palsu,” cetusnya.