SEMARANG – Metode pendidikan klasik bercerita dengan teknik mendongeng dinilai masih efektif untuk menanamkan nilai-nilai dan mengasah kepekaan dalam menangkap sebuah proses pembelajaran. Kali ini Badan Wakaf Nusantara dan Jentera Semesta Kota Semarang, mengisi bulan Ramadan yang penuh hikmah dengan menggelar kegiatan ‘Dongeng Sahabay Semesta’ di Mushala Al-Ukhuwah Perum Wates Permai Ngaliyan, Kota Semarang.

Sejumalah anak-anak Taman pendidikan Al-Quran dibuat berbunga-bunga menyimak cerita Dongeng Sahabat Semesta yang dibawakan oleh beberapa tutor. “Anak-anak sangat antusias mendengarkan kisah dongeng. Kami mengajak anak-anak untuk belajar menangkap nilai-nilai dari berbagai kisah inspiratif,” kata Agus Munif selaku Ketua Badan Wakaf Nusantara, Selasa (28/6).

Dikatakannya, metode bercerita dengan teknik mendongeng merupakan metode pendidikan klasik yang cukup efektif untuk diterapkan. Terlebih untuk mengisi kegiatan di bulan ramadan. Sebab, dunia anak-anak sangat dengan dengan dunia bermain. Sedangkan di era digital seperti saat ini, anak-anak dalam kondisi mudah terkontaminasi lingkungan karena banyaknya produk permainan game yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama Islam.

“Keaktifan anak-anak dengan merespon dengan sejumlah pertanyaan terkait isi cerita tersebut membuktikan ini terjadi proses belajar secara aktif,” terang Agus.