TRAGIS: Ruko di Jalan Hayam Wuruk No 42 Kota Semarang yang terbakar, kemarin. (bawah) Petugas saat mengevakuasi jenazah Anita yang tewas terpanggang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGIS: Ruko di Jalan Hayam Wuruk No 42 Kota Semarang yang terbakar, kemarin. (bawah) Petugas saat mengevakuasi jenazah Anita yang tewas terpanggang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGIS: Ruko di Jalan Hayam Wuruk No 42 Kota Semarang yang terbakar, kemarin. (bawah) Petugas saat mengevakuasi jenazah Anita yang tewas terpanggang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRAGIS: Ruko di Jalan Hayam Wuruk No 42 Kota Semarang yang terbakar, kemarin. (bawah) Petugas saat mengevakuasi jenazah Anita yang tewas terpanggang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Nasib tragis dialami Wong Sien Bwee alias Amui alias Anita, 62. Ia tewas hidup-hidup lantaran tidak bisa menyelamatkan diri saat ruko warung internet (warnet) Kinasih dan Studio Foto Indah berlantai 3 di Jalan Hayam Wuruk No 42 Kota Semarang terbakar, Senin (27/6) kemarin. Korban ditemukan tewas terbakar di salah satu kamar di lantai III. Ia tak mampu menyelamatkan diri lantaran sakit stroke, dan hanya terbaring di tempat tidur.

Saksi mata di lokasi kejadian, Hadi Mulyani, 49, mengaku tidak mengetahui persis awal terjadinya kebakaran. Saat itu ia sedang beraktivitas di dalam warteg Arman, tak jauh dari lokasi. Ia mendapat informasi itu dari seorang loper koran kalau ruko warnet Kinasih terbakar.

”Kejadiannya sekitar pukul 06.00. Yang tahu kali pertama seorang loper koran,” kata pekerja Warteg Arman ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (27/6).

Hadi pun mendatangi lokasi, dan melihat api disertai asap tebal muncul dari warnet Kinasih di lantai I ruko tersebut. Spontan, saksi teriak kebakaran hingga menyita perhatian warga sekitar.

”Api terlihat di lantai bawah, saya teriak-teriak sambil melempari batu supaya orang di dalam ruko bangun. Karena mau buka rukonya masih terkunci dari dalam,” katanya

KEBAKARAN-PLEBURAN-ADIT-(1)