BERBAHAYA : Komisi D DPRD Kendal, Dinkes Kendal dan Satpol PP saat melakukan sidak di Pasar Kendal dan swalayan di Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAHAYA : Komisi D DPRD Kendal, Dinkes Kendal dan Satpol PP saat melakukan sidak di Pasar Kendal dan swalayan di Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAHAYA : Komisi D DPRD Kendal, Dinkes Kendal dan Satpol PP saat melakukan sidak di Pasar Kendal dan swalayan di Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAHAYA : Komisi D DPRD Kendal, Dinkes Kendal dan Satpol PP saat melakukan sidak di Pasar Kendal dan swalayan di Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Makanan yang mengandung boraks (pengawet makanan) dan Rhodamin (pewarna tekstil) masih beredar bebas di pasaran. Hal itu terungkap saat dilakukan inspeksi mendadak oleh tim gabungan Komisi D DPRD Kendal, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Satpol PP di Pasar Kendal.

Dari sembilan sempel makanan yang dilakukan tes oleh Dinkes Kendal bersama BPOM ditemukan dua makanan mengandung zat kimia berbahaya. Yakni pada cendol atau agar-agar yang mengandung rhodamin dan bakso ikan atau tempura mengandung banyak boraks.

Terhadap temuan tersebut, DPRD akan melaukan koordinasi lebih lanjut. Mendorong Dinkes melakukan uji laboratorium di BPOM untuk mengetahui kandungan bahan kimia berbahaya dari dua makanan tersebut.

“Terhadap para pedagang, akan kami berikan pembinaan agar tidak lagi menjual atau mengambil barang yang mengandung boraks ini. Jika membandel, kami akan mengambil tindakan penyitaan dan larangan menjual,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kendal, Annurochim, kemarin.

Dijelaskannya, jika bakso ikan diambil pedagang di Pasar Johar, sedangkan cendol dan agar-agar diambil dari perajin di Kendal. “Perajin ini akan kami datangi, untuk diberikan pembinaan agar tidak menggunakan pewarna tekstil,” tandasnya.