Disambut Tarian Sekar Rinonce

685
SAMBUT PENARI: Sejumlah penari dari Sanggar Greget menyambut turis asing penumpang kapal pesiar Dawn Princess yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (27/6). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMBUT PENARI: Sejumlah penari dari Sanggar Greget menyambut turis asing penumpang kapal pesiar Dawn Princess yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (27/6). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMBUT PENARI: Sejumlah penari dari Sanggar Greget menyambut turis asing penumpang kapal pesiar Dawn Princess yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (27/6). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMBUT PENARI: Sejumlah penari dari Sanggar Greget menyambut turis asing penumpang kapal pesiar Dawn Princess yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (27/6). (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekitar 2.000 wisatawan mancanegara (wisman) yang merapat di Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (27/6), disambut dengan beberapa tarian khas Jawa besutan Sanggar Greget. Tidak hanya menikmati tarian sambutan, beberapa penumpang Kapal Pesiar Dawn Princess itu pun kepincut untuk ikut menari barang sejenak.

Ketika membawakan Sekar Rinonce, tiga penari diiringi gamelan yang dibawakan secara langsung, menjadi perhatian para turis. Nyaris semua wisman tampak mengabadikan tarian tersebut dengan kamera masing-masing. Bahkan, salah satu turis asal Inggris, Bennedict, ikut menari di sela-sela penari Sanggar Greget. ”Saya sangat suka tarian Jawa. Sepertinya ada sisi spiritual yang sangat halus,” ucap pria yang mengaku suka browsing mengenai budaya Jawa lewat internet ini.

Dia mengaku pernah belajar tari Jawa ketika berkunjung ke Jogjakarta, awal 2005 silam. Meski tidak ingin benar-benar menari, setidaknya dia merasa butuh ketelatenan untuk bisa menari Jawa.

Sementara itu, pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Bambang Priyambodo mengaku menyuguhkan tarian Sekar Rinonce untuk menularkan semangat dan keharmonisan. Ini merupakan upaya menyampaikan pesan kepada turis asing bahwa Jawa memiliki spirit yang kuat dan semangat yang terus menyala.

”Kami mencoba memberikan semangat, keceriaan, serta keharmonisan seperti apa yang tersaji dalam koreografi Sekar Rinonce. Kami berharap agar apa yang kami bagikan ini dapat dirasakan oleh turis asing dan itu mensugesti mereka selama berlibur di Jawa Tengah,” ujarnya. Selain tari Sekar Rinonce, Sanggar Greget juga menyajikan tari Praon dan Bambangan Cakil untuk menghibur para turis asing tersebut. (amh/ric/ce1)