SINERGI: Regional CEO Bank Mandiri 2 Maqin Norhadi dan Kepala BPN Wilayah Jawa Tengah Lukman Hakim, setelah penandatanganan MoU, di Mandiri University Semarang, akhir pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINERGI: Regional CEO Bank Mandiri 2 Maqin Norhadi dan Kepala BPN Wilayah Jawa Tengah Lukman Hakim, setelah penandatanganan MoU, di Mandiri University Semarang, akhir pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINERGI: Regional CEO Bank Mandiri 2 Maqin Norhadi dan Kepala BPN Wilayah Jawa Tengah Lukman Hakim, setelah penandatanganan MoU, di Mandiri University Semarang, akhir pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINERGI: Regional CEO Bank Mandiri 2 Maqin Norhadi dan Kepala BPN Wilayah Jawa Tengah Lukman Hakim, setelah penandatanganan MoU, di Mandiri University Semarang, akhir pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bank Mandiri Region VII Jawa 2 bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Jawa Tengah untuk membantu sertifikasi dan penanganan masalah tanah agunan milik usaha mikro dan kecil (UMK). Kerjasama kedua instansi tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Regional CEO Bank Mandiri 2 Maqin Norhadi dan Kepala BPN Wilayah Jawa Tengah Lukman Hakim, di Mandiri University Semarang, akhir pekan lalu.

Maqin mengatakan, dengan penandatanganan naskah kerjasama tersebut, pihaknya sebagai bank BUMN yang berkiprah di segmen mikro, siap membantu dan memudahkan pengusaha mikro dan kecil untuk memperoleh kepastian atas legalitas kepemilikan hak atas tanah serta penanganan permasalahannya.

Dalam kerjasama tersebut, Bank Mandiri menyiapkan seluruh kelengkapan persyaratan permohonan tertifikasi serta penyelesaian masalah tanah agunan milik UMK. Kemudian BPN membantu percepatan proses sertifikasi dan penanganan permasalahannya. “Kami memiliki cita-cita menjadikan nasabah UMK lebih sejahtera lagi. Membantu sertifikasi asset tanah milik para pengusaha UMK ini adalah salah satu upaya yang kami lakukan,” ujar Maqin.

Diungkapkan, Bank Mandiri terus mengembangkan sektor UMK di wilayah Jateng. Sampai akhir Mei 2016, penyelauran kredit ke sektor tersebut telah mencapai Rp 5,14 triliun. Angka tersebut naik 23.41 persen dibanding pediode yang sam apada tahun sebelumnya.

Sementara Kepala BPN Wilayah Jawa Tengah Lukman Hakim siap bekerjasama dalam program tersebut. Menurutnya, kerjasama yang dilakukan ini akan sangat membantu masyarakat, terutama pengusaha UMK, yang pada akhirnya akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Dalam hal ini BPN sebagai isntansi yang berwenang dalam proses legalitas yakni sertifikasi, sementara Bank Mandiri menyediakan permodalan, kita akan siap saling mendukung,” tandasnya. (smu)