Terpikat dengan Batik

298
DOKUMEN PRIBADI
DOKUMEN PRIBADI
DOKUMEN PRIBADI
DOKUMEN PRIBADI

DUNIA seni bagi Hima Choriun Nisya ibarat separo dari nyawanya. Pasalnya, bagi dara cantik yang akrab siapa Hima ini, seni bisa memberikan kebebasan untuk berkreasi dalam segala bidang. ”Seni memberikan banyak peluang bagi orang yang menekuninya. Saya tertarik untuk mendalami dunia seni, terutama seni tradisonal yang kini mulai ditinggalkan generasi muda,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dara manis kelahiran, Kudus 7 Juli 1995 ini mengaku telah terjun ke dunia seni sejak masih belia. Bahkan ia memutuskan masuk di Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jurusan Seni Rupa guna mengasah darah seni yang mengalir di dalam tubuhnya.

”Dari kecil saya suka banget gambar, sekarang ini saya sedang mendalami seni gambar batik,” akunya.

Ia mencontohkan, seni pada wayang dan batik adalah salah satu cabang dunia seni yang sangat menarik untuk dipelajari. Batik contohnya. Kain warisan budaya nenek moyang ini memiliki sejuta motif dan berbeda di setiap daerah. Hima mengaku terpikat dengan batik. Bahkan setelah lulus kuliah, dia ingin menjadi pengusaha batik.

”Batik bisa dipadukan dengan fashion, inilah yang membuat saya suka seni dan tertarik untuk mendalami batik. Bahkan dengan ilmu yang saya miliki, ternyata batik bisa berkembang lagi di dunia fashion ataupun dunia ornamen dan hiasan lainnya,” ucap mahasiswi semester 6 ini.

Prestasi di dunia seni yang dimiliki Hima pun tak bisa dianggap remeh. Dia pernah menyabet juara II lomba poster tingkat Unnes, serta juara 1 lomba batik dan desain batik untuk umum pada 2015 lalu. Selain itu, dia juga pernah menjadi Duta Bahasa Kabupaten Kudus 2013. ”Bakat saya memang pada dunia seni, dan yang terpenting saya mendapatkan dukungan penuh dari orang tua,” katanya. (den/aro/ce1)